Turun Panggung Orasi, Jokowi Temui Waria Hingga Tuna Rungu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera kepada warga di Jatinegara, Jakarta Timur, 13 Mei 2015. Jokowi membagikan 181 Kartu Keluarga Sejahtera, 258 Kartu Indonesia Pintar, 627 Kartu Indonesia Sehat, dan 260 Kartu Asistensi bagi Orang dengan Kecacatan Berat. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Presiden Joko Widodo Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera kepada warga di Jatinegara, Jakarta Timur, 13 Mei 2015. Jokowi membagikan 181 Kartu Keluarga Sejahtera, 258 Kartu Indonesia Pintar, 627 Kartu Indonesia Sehat, dan 260 Kartu Asistensi bagi Orang dengan Kecacatan Berat. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menghadiri acara Jambore Komunitas Juang Relawan Jokowi di Cibubur, Sabtu, 16 Mei 2015. Seperti biasa, dari atas panggung Jokowi kemudian menyampaikan sambutannya di depan ribuan relawan yang sudah menunggunya sejak pagi.

    Di tengah-tengah sambutannya, Jokowi tiba-tiba memilih untuk ‎turun panggung. "Saya turun saja, kalau di atas panggung, nanti seperti kampanye," kata Jokowi. Di bawah panggung, Jokowi melayani beberapa pertanyaan para relawan.

    Salah satu yang mendapat kesempatan bertanya langsung adalah Mama Yuly‎. Waria yang bernama asli Yulianus Rettoblaut ini mengeluhkan diskriminasi terhadap kaumnya.

    Menurut Mama Yuli, kelompok marginal seperti waria merupakan bagian dari negara yang kerap tak mendapatkan hak. "Padahal jumlah waria di Indonesia mencapai 7 juta orang," kata Yuli.

    Menanggapi pertanyaan tersebut, Jokowi hanya menjawab singkat. "Oke  mama Yuli nanti saya undang ke Istana, nanti bicara di sana," ujar Jokowi.

    Jokowi juga memberikan kesempatan bagi seorang pria penyandang tuna rungu untuk berbincang langsung. Sama dengan Mama Yuli, pria tersebut juga diundang Jokowi ke istana.

    Keluhan juga muncul dari seorang ibu yang mengaku dari Nias. Dia meminta agar pemerintah melakukan distribusi bibit unggul di kepulauan tersebut. Selain bibit unggul, wanita tersebut juga berharap pengembangan wisata di sana bisa lebih dikembangkan.

    Suryani, seorang relawan dari Deli Serdang Sumatera Utara, bahkan berbicara sambil terisak di depan Jokowi. Dia menangis karena kebunnya kerap kali diobrak-abrik aparat lantaran adanya sengketa lahan. Bahkan dia mengaku, seluruh akses rumahnya dipagari tembok tinggi oleh aparat. "Kami tak ada akses keluar, anak kami pergi sekolah harus panjat tembok," kata dia.

    Mendengar keluhan tersebut, Jokowi mengaku akan mencari solusinya. "Oke keluhannya saya catat."

    Hari ini ribuan relawan pendukung Jokowi menggelar jambore di perkemahan Cibubur Jakarta Timur. Acara yang berlangsung dari tanggal 15- 17 Mei 2015 tersebut dilakukan sebagai upaya konsolidasi para relawan. Sebanyak komunitas relawan Jokowi tampak hadir dalam acara itu. Mereka di antaranya Bara JP, Projo, Seknas Jokowi, Relawan Merah Putih, Pospera, Cemara 19, Cakra Naga, Arus Bawah Jokowi, Srikandi Jokowi, EP For Jokowi, Gerakan Relawan Jokowi, Kebangkitan Indonesia Baru, Sekber Jokowi, Kawan Jokowi, serta Gerakan Nasional Rakyat.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.