Pasca Kebakaran Pasar Lembang, Wisatawan Terjebak Macet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagian samping Pasar Panorama Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang habis terbakar, 15 Mei 2015.  TEMPO/Prima Mulia

    Bagian samping Pasar Panorama Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang habis terbakar, 15 Mei 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Kebakaran di Pasar Lembang pada Kamis, 14 Mei 2015, menimbulkan kemacetan yang cukup parah hingga Sabtu. Banyaknya pengunjung dari luar Bandung yang tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut sempat terjebak macet berjam-jam karena akses jalan ditutup sementara karena tempat kejadian perkara diperiksa polisi.

    "Saya enggak lihat berita, jadi enggak tahu kalau ternyata ada kebakaran besar di sini. Jadi ya lumayan udah dua jam macet-macetan. Kalau tahu, saya dan keluarga putar arah lewat Ciumbuleui," ujar Prisyanto, 33 tahun, pengunjung asal Jakarta yang berlibur Sabtu, 16 Mei 2015.

    Banyaknya pengunjung dari luar pulau menuju objek wisata di daerah Lembang membuat volume kendaraan bertambah dua kali lipat dari hari biasa. Namun menurut Kepala Kepolisian Resor Cimahi Ajun Komisaris Besar Erwin Kurniawan, jalur di depan Pasar Lembang sudah mulai dibuka dan bisa dilalui masyarakat umum agar kemacetan terurai.

    "Ya wisatawan banyak yang datang. Jadi pasca kejadian kebakaran kami melakukan rekayasa lalulintas khususnya di Jalan Lembang jalur ke Subang. Liburan panjang jadinya ya volume kendaraan juga bertambah," ujar Erwin

    Pembukaan jalur dibuka pada pukul 13.30 setelah seluruh pemeriksaan dan para pedagang sudah mendapat giliran memeriksa lapak dagangannya di dalam gedung Pasar Lembang tersebut. Selain mobil dan motor pribadi, belasan bis wisata menjadi salah satu faktor kemacetan.

    "Bukan cuma karena ditutup jalan sih, tapi di jalur juga banyak mobil parkir sembarangan jadi bis agak susah lewat dan harus pelan-pelan. Jadi jalanan macet," ujar Prisyanto

    Kebakaran yang melahap hampir seluruh bagian di pasar lembang tersebut hingga saat ini masib dalam proses penyelidikan. Guna mengetahui penyebab dan besarnya kerugian yang dialami oleh para pedagang tersebut.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.