Korban Longsor di Tempursari Bakal Direlokasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kendaraan alat berat digunakan untuk menyingkirkan longsoran berupa batu cadas di jalur lintas selatan  Lumajang, Malang, Jawa Timur. Kamis (14/2). ANTARA/Cucuk Donartono

    Sebuah kendaraan alat berat digunakan untuk menyingkirkan longsoran berupa batu cadas di jalur lintas selatan Lumajang, Malang, Jawa Timur. Kamis (14/2). ANTARA/Cucuk Donartono

    TEMPO.COJakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang akan merelokasi puluhan korban bencana tanah longsor di Dusun Pasirejo, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang. 

    "Kami akan membuat telaah. Hasilnya akan kami sampaikan kepada Bupati Lumajang," kata Sekretaris BPBD Lumajang Purwanto, Sabtu, 16 Mei 2015. 

    Menurut Purwanto, setelah hasil telaah itu diajukan, pihaknya tinggal menunggu petunjuk dari Bupati. 

    Dia menambahkan, lebih dari dua puluh warga Tempursari mengungsi setelah lima rumah ambruk diterjang tanah longsor pekan lalu. "Korban bersedia direlokasi," ujar Purwanto. 

    Desa Purorejo memiliki tanah kas desa yang sebagian bisa dijadikan tempat relokasi korban tanah longsor. "Namun Kepala Desa Purorejo meminta ganti rugi atas tanah atau tanah pengganti," ujarnya. Sebab, menurut Purwanto, tanah kas desa itu jatah staf desa yang dikelola sebagai sumber pendapatan desa. 

    Menurut Purwanto, sambil menunggu proses relokasi, sebanyak 24 warga korban tanah longsor saat ini tinggal di rumah tetangga dan kerabat yang lolos dari musibah itu. "Masih mengungsi di rumah tetangga dan kerabat mereka," katanya. 

    Tanah longsor yang terjadi pada Minggu, 10 Mei 2015, menyebabkan lima rumah ambruk, satu rumah rusak parah, dan satu orang mengalami luka ringan, yakni Abdurrahman.

    Enam rumah yang terkena longsoran tanah tersebut milik Abdurrahman, 51 tahun, Karimun (47), Sunarya (40), Priyono (30), Misirah (70), dan Jumadi (68). Kerugian akibat bencana ini ditaksir Rp 250 juta. Purwanto mengatakan, untuk merelokasi penghuni lima rumah itu, pemerintah diperkirakan membutuhkan lahan 90-100 meter persegi untuk setiap rumah. 

    Dia juga mengatakan, berdasarkan pantauan BPBD Lumajang, ada sejumlah titik permukiman lain yang rawan diterjang tanah longsor di daerah Tempursari serta Pronojiwo. Permukiman ini rawan terkena longsor karena berada di lereng tebing. 

    Selain itu, tiga titik rawan longsor di kawasan Kaliuling yang dihuni 12 kepala keluarga. Tanah longsor pernah terjadi di daerah tersebut.

    Purwanto mengatakan, ihwal relokasi ini, BPBD akan melakukan sosialisasi. "Tebing dipapras untuk kemudian dijadikan rumah," kata 

    Sementara itu, Bupati Lumajang As'at Malik mengatakan pihaknya akan berupaya merelokasi warga yang menjadi korban tanah longsor di Tempursari. 

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.