Nelayan Aceh Selamatkan 790 Imigran Bangladesh dan Myanmar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemuda etnis Rohingya istirahat di tempat penampungan di Lhoksukon, Aceh, 11 Mei 2015.  Dua perahu kayu yang memuat sekitar 500 pengungsi Rohingya terdampar di Aceh, pada 10 Mei 2015. REUTERS/Roni Bintang

    Pemuda etnis Rohingya istirahat di tempat penampungan di Lhoksukon, Aceh, 11 Mei 2015. Dua perahu kayu yang memuat sekitar 500 pengungsi Rohingya terdampar di Aceh, pada 10 Mei 2015. REUTERS/Roni Bintang

    TEMPO.COLhokseumawe - Sebanyak 420 imigran asal Banglades dan 370 orang imigran dari Myanmar kembali diselamatkan lima kapal nelayan Kuala Langsa. Aceh, Jumat, 15 Mei 2015. Mereka ditemukan nelayan tradisional Aceh terapung dalam tiga tongkang kecil pada 20 mil laut dari pesisir Kota Langsa. 

    Kapolres Langsa AKBP Sunarya Sik mengatakan, berdasarkan keterangan para nelayan, mereka melihat ada tiga tongkang yang berisikan ratusan manusia dalam kondisi berdesak-desakan di koordinat 05.07.000 098.24.000 yang diperkirakan 20 mil dari Desa Pusong Teulaga Tujuh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. 

    “Mereka dievakuasi lima kapal nelayan setelah ditemukan berdesakan di dalam tongkang kecil pada 20 mil laut,” ujar AKBP Sunarya. 

    Sunarya menambahkan, nelayan dari kapal motor Pampus menemukan imigran tersebut pada pukul 18.00 WIB, Kamis, 14 Mei 2015. Nelayan tersebut menghubungi Polisi Air Kota Langsa dan sejumlah nelayan lain untuk membantu evakuasi imigran tersebut. Karena tidak mungkin ditampung di KM Pampus dalam jumlah besar, empat kapal motor lain, yakni KM Rahmad Baru, KM Hidup Baru, KM Putra Aceh, dan KM Superking, dan Polisi Air Langsa berangkat menuju lokasi untuk mengevakuasi para imigran. 

    “Berdasarkan keterangan dari para imigran, mereka sempat masuk ke perairan Malaysia. Namun otoritas keamanan Malaysia mengusir para imigran tersebut,” ujar Kapolres Langsa AKBP Sunarya. Kini 790 imigran dari dua negara tersebut ditampung di tempat penampungan sementara di Pelabuhan Kuala Langsa.

    IMRAN M.A.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.