Buron Interpol Terduga ISIS Masuk Daftar Cekal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengamanan terorisme. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi pengamanan terorisme. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COSurabaya - Terduga teroris buronan Interpol yang ditangkap di Bandara International Juanda bernama Muhammad Riduansah masuk dalam daftar pencekalan orang ke luar negeri. Alasannya, nama tersebut diduga sebagai pengikut jaringan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

    “Untuk langkah preventif, semua nama-nama yang dicurigai itu diajukan pencekalan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Bambang Pryambada kepada Tempo, Kamis, 13 Mei 2015.

    Selain itu, ada beberapa data yang menjelaskan bahwa Muhammad Riduansah masuk daftar orang yang memiliki indikasi bergabung dengan jaringan ISIS. Namun perkembangan lebih mendetail setelah ditangkap masih akan diselidiki. “Dan kami pastikan tidak salah tangkap karena nama dia masuk dalam daftar buronan itu,” kata dia.

    Berdasarkan pengakuan terduga ISIS, rombongan keluarga yang berjumlah enam orang itu berangkat dari Makassar dan transit di Terminal 2 Bandara International Juanda. Selanjutnya, dari Juanda akan transit ke Malaysia, lalu ke Turki. “Nah, ketika tiba di Turki itulah mereka belum bisa menyampaikan akan ke mana,” kata dia.

    Adapun dari pemeriksaan barang-barang, kata Bambang, hanya didapatkan perlengkapan pakaian, tempat tidur yang digulung, serta beberapa barang lainnya. “Tidak ada barang yang mengarah (pada ISIS),” kata dia.

    Sebelumnya, petugas Imigrasi Bandara Internasional Juanda berhasil menangkap terduga teroris buronan Interpol bernama Muhammad Riduansah saat akan terbang (take off) menuju Penang, Malaysia, Kamis, 14 Mei 2015. Pria asal Tarakan Timur, Kalimantan Utara, itu langsung dibawa ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk diperiksa.

    Penangkapan Riduansah itu bermula saat ia beserta lima anggota keluarganya masuk ke Bandara Juanda. Berdasarkan identitas di paspornya, rombongan itu adalah Muhammad Riduanzah, laki-laki, paspor A8456566. Sitti Hajar Mustafa Mademing, perempuan, paspor A9302576. Zaid Toha Fauzan, laki-laki, paspor A9304216. Harianto Sultan Lamaddu, laki-laki, paspor A9302561. Murniati Mappa Lebu, perempuan, paspor A8653419, dan Ahmad Muadz Mustafa, laki-laki, paspor A8653415.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.