16 Warga Riau Disandera di Kamboja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. windowstorussia.com

    Ilustrasi. windowstorussia.com

    TEMPO.CO , Pekanbaru: Sebanyak 16 warga Indonesia disandera oleh perusahaan tempat mereka bekerja di Provinsi Sandal, Kamboja. Ke-13 orang merupakan warga Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau. Sedangkan tiga lagi warga Batam, Kepulauan Riau.

    "Mereka ditahan saat mau pulang ke Meranti," kata Kepala Kepolisian Resor Kepulauan Meranti, Ajun Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad, saat dihubungi Tempo, Kamis malam, 14 Mei 2015.

    Diceritakan Pandra, Mereka berangkat dari Meranti pada Februari 2015. Semuanya masuk Kamboja dengan jalur resmi menggunakan paspor yang dikeluarkan kantor Imingrasi Selatpanjang. Mereka berangkat melewati Batam, Singapura lalu ke Kamboja. "Mereka memiliki paspor resmi," kata Pandra.

    Menurut Pandra, mereka bekerja di perusahaan judi Chrey Thom Village, Sampov Poun Commune, Kon Thom District di Provinsi Kandal Kamboja. Namun menurutnya, usaha perjudian dilegalkan oleh pemerintah Kamboja.

    Persoalannya kata Pandra, seorang agen, warga Selatpanjang, Jefry Sun, yang membawa 16 orang ini untuk bekerja di perusahaan tersebut melarikan uang perusahaan sebesar Rp 2,1 miliar. Pihak perusahaan merasa dirugikan.

    Disaat yang sama lanjut dia, 16 pekerja asal Meranti dan Batam itu berniat mengundurkan diri dan pulang ke Indonesia lantaran merasa tidak betah bekerja di wilayah pedalaman di sebuah pulau di Kamboja itu. Saat akan pulang, mereka ditahan oleh pihak keamanan perusahaan. "Saat mau pulang mereka disekap," katanya.

    Menurutnya, Mereka dijadikan jaminan lantaran Jefry Sun telah membawa kabur uang perusahaan Rp 2,1 miliar. "Mereka tidak diperbolehkan pulang karena Jefry Sun bawa kabur uang perusahaan," ujarnya.

    Mendengar kabar warganya disekap, Kepolisian Resor Meranti langsung berkoordinasi ke Kepolisian Daerah Riau untuk membebaskan 16 warga tersebut. Pandra mengaku, polisi telah berkoordinasi dengan Interpol dan Kementerian Luar Negeri di Kamboja. Saat ini, Kedutaan Besar RI dan Kepolisian Kamboja tengah bekerja untuk pembebasan mereka.

    Pandra menjamin kondisi 16 tersandera dalam keadaan baik. Mereka baik-baik saja dan sehat, katanya, saat ini diamankan di camp perusahaan.

    RIYAN NOFITRA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.