TNI Masuk Penegak Hukum, Jaksa Agung : Lihat UU Saja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung M. Prasetyo bersama Plt. pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki (kanan), beri keterangan pers seusai pertemuan tertutup, di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, 23 Februari 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Jaksa Agung M. Prasetyo bersama Plt. pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki (kanan), beri keterangan pers seusai pertemuan tertutup, di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, 23 Februari 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung Prasetyo tak mau berkomentar banyak tentang wacana masuknya Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke dalam lembaga hukum. Dia hanya mengatakan bahwa penegakan hukum harus mengacu pada undang-undang.

    "Di undang-undang kan begitu, arahnya sipil ya harus sipil," kata Prasetyo usai mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden Jakarta, Rabu 13 Mei 2015.

    Pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) misalnya, ada ketentuan penyidik dari Kepolisian sedangkan Penuntut Umum dari Kejaksaan. "Itu kan juga masih wacana, masih bisa dibahas."

    Panglima TNI Jenderal Moeldoko sebelumnya mengatakan bahwa dia diminta KPK agar prajuritnya mengisi jabatan sekretaris jenderal. Namun Moeldoko membantah ada permintaan penyidik dari KPK kepada TNI. (baca:Panglima TNI Sebut Ada Permintaan untuk Jadi Sekjen KPK)

    Menurut Moeldoko, anggota TNI yang masuk ke KPK harus pensiun dari TNI. Anggota TNI boleh menjadi penyidik KPK jika memenuhi persyaratan. Ia membantah anggapan bahwa prajurit TNI diminta menjadi penyidik KPK guna menyaingi anggota kepolisian di KPK

    Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2005 tentang Manajemen SDM KPK Pasal 7 ayat 1 menyatakan pegawai negeri yang dipekerjakan KPK dapat beralih status kepegawaian menjadi pegawai tetap sesuai dengan persyaratan dan tata cara yang ditetapkan dalam peraturan KPK.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.