Polisi Bojonegoro Sita 15 Ribu Liter Solar Ilegal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penambang melintas di antara kolam limbah minyak  di penambangan tradisional desa Wonocolo, Kecamatan Kadewan, Bojonegoro, Kamis 11 September 2014. Ratusan sumur minyak yang telah ada sejak zaman kolonial Belanda ini dikelola secara berkelompok oleh warga penambang. TEMPO/Fully Syafi

    Seorang penambang melintas di antara kolam limbah minyak di penambangan tradisional desa Wonocolo, Kecamatan Kadewan, Bojonegoro, Kamis 11 September 2014. Ratusan sumur minyak yang telah ada sejak zaman kolonial Belanda ini dikelola secara berkelompok oleh warga penambang. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.COBojonegoro - Kepolisian Resor Bojonegoro menyita lebih dari 15 ribu liter solar ilegal. Seluruhnya berasal dari lima kasus tangkapan selama sebulan terakhir. “Solar ilegal diduga hasil proses tradisional di daerah sumur tua di kawasan Bojonegoro dan Tuban,” kata Kepala Kepolisian Resor Bojonegoro Ajun Komisaris Besar Hendri Fuiser, Kamis, 14 Mei 2015.

    Hendri merinci, lima tangkapan itu terdiri atas 1.400 liter solar di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu, tepatnya di Desa Banjarejo, pada Rabu, 13 Mei 2015; 5.000 liter di Kecamatan Kedewan dan Malo pada Jumat, 1 Mei 2015; 1.100 liter pada 17 April 2015; 8.000 liter pada 13 April 2015. Polisi juga menyita mobil sarana transportasi, sekaligus menetapkan beberapa orang tersangka, yang berperan menjadi pengangkut BBM ilegal tersebut. 

    Hendri berjanji akan menggelar operasi besar-besaran terkait dengan produksi dan peredaran BBM ilegal. Dia berharap masyarakat membantu dengan melaporkan tindakan ilegal hingga kasus-kasus penimbunan. “Tak terkecuali aparat yang melanggar, tetap saya tindak,” dia menjanjikan. 

    Sebagai catatan, di Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, terdapat sumur minyak tradisional yang hasilnya dijual ke masyarakat. Misalnya di Bojonegoro, terdapat di Kecamatan Kedewan dan sebagian Kecamatan Malo. Sedangkan di Kabupaten Tuban, sumur tradisional berada di Kecamatan Singgahan dan Kecamatan Bangilan.

    Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membentuk tim untuk menyelesaikan masalah sumur tua ini. Tim yang terdiri atas Pertamina, Perhutani, Kepolisian, perangkat kecamatan, serta Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bojonegoro ini dibentuk pada pertengahan Maret lalu.

    Pembentukan tim dilakukan setelah muncul beberapa pelanggaran, seperti pengolahan minyak mentah secara tradisional serta kerusakan lingkungan akibat limbah minyak mentah di lokasi sumur tua. ”Tim masih bekerja,” ujar Kepala Dinas Agus Suprianto.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.