Pilkada, PDIP Targetkan Menang di 15 Daerah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Rahmad

    ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Semarang - Dari 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menggelar pemilihan kepala daerah tahun ini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Tengah menargetkan bisa menang di 15 kabupaten/kota.

    Pengurus PDIP Jawa Tengah, Agustina Wilujeng, menilai target tersebut sangat mungkin bisa dicapai karena selama ini Jawa Tengah dikenal sebagai kandang banteng. “Untuk itu, kami meminta seluruh jajaran PDIP bisa solid dan tidak pecah,” kata Agustina Wilujeng, Kamis, 14 Mei 2015.

    Saat ini, PDIP masih melakukan penjaringan terhadap para calon kepala daerah yang akan diusungnya. Sebanyak 100 orang lebih mendaftarkan diri ke PDIP untuk memperebutkan rekomendasi pilkada di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Tak hanya kader PDIP, beberapa kader lain juga ikut mendaftarkan diri ke PDIP, seperti kader PKB, Partai NasDem, dan beberapa pengusaha.

    Saat ini, proses penjaringan telah selesai tes wawancara. Selanjutnya hasil wawancara akan dikirimkan ke pengurus pusat PDIP. Sejumlah daerah yang ditargetkan menang oleh PDIP itu antara lainnya Kota Semarang, Purbalingga, Kebumen, Kota Surakarta, Boyolali, Kendal, Kota Magelang, Sukoharjo, dan Kabupaten Semarang.

    Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah masih melakukan perekrutan pengawas tingkat kecamatan, pengawas kelurahan, dan pengawas tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Ketua Bawaslu Jawa Tengah Abhan Misbah menilai pengawasan pilkada sangat berat karena pilkada dilakukan secara serentak di 21 daerah. “Apalagi ada beberapa aturan yang hingga kini masih belum jelas implementasinya,” kata Abhan. Misalnya, KPU belum menyelesaikan pembahasan Peraturan KPU tentang pilkada.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.