Sultan Yogya Tawarkan Ratu Denmark Menginap di Keraton  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X. TEMPO/Subekti

    Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat Keraton Yogyakarta sedang mengalami kisruh ihwal perubahan nama dan gelar penguasa Keraton ini, Sultan Hamengku Buwono X, Sultan yang juga Gubernur DIY menawarkan Ratu Denmark Margrethe Alexandrine Þórhildur Ingrid menginap di keraton saat kunjungan ke Yogyakarta.

    Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari di Indonesia, yaitu dua hari di Jakarta dan satu hari di Yogyakarta itu diperkirakan berlangsung pada Oktober 2015. “Queen (Ratu Denmark) ini di Yogya kemungkinan satu hari. Saya tawarkan untuk menginap di keraton,” kata Sultan seusai menerima kunjungan Duta Besar Denmark untuk Indonesia Casper Klynge di Kepatihan, Yogyakarta, Rabu, 13 Mei 2015.
     
    Sultan menyatakan tidak tahu mengapa Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang akan dikunjungi Ratu Ingrid. “Enggak tahu ada program apa. Nantinya menunggu kesepakatan Denmark dengan Indonesia. Menteri Sekretaris Negara yang akan memberi kabar,” kata Sultan.
     
    Informasi yang didapatkan dari Klynge dalam pembicaraan tertutup, Ratu Ingrid akan membawa serta beberapa orang menteri dan delegasi ekonomi. Sultan berencana untuk mempertemukan mereka dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY untuk membicarakan kemungkinan kerja sama bisnis nantinya.
     
    Klynge membenarkan, selain ada rencana menjalin kerja sama bidang industri perdagangan, Ingrid juga menjajaki peluang kerja sama bidang pendidikan dan kebudayaan. “Kebetulan Ratu Denmark sangat tertarik dengan tekstil dan batik,” kata Klynge.
     
    Sultan pun tak mempersoalkan untuk menyediakan display batik di Keraton. Selama di Yogyakarta, Ingrid dimungkinkan akan berkunjung ke Candi Borobudur di Magelang dan Candi Prambanan di perbatasan Klaten-Sleman.

    PITO AGUSTIN RUDIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.