3 Karya Mahasiswa Juara Kompetisi Pebisnis Muda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lampu berbentuk bunga matahari menghiasi taman alun-alun Tugu Malang, Jawa Timur, 29 April 2015. Pemerintah Kota Malang memasang sebanyak 34 lampu berbentuk bunga Matahari yang di ekspor dari Cina. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Lampu berbentuk bunga matahari menghiasi taman alun-alun Tugu Malang, Jawa Timur, 29 April 2015. Pemerintah Kota Malang memasang sebanyak 34 lampu berbentuk bunga Matahari yang di ekspor dari Cina. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO , Bandung: Tiga karya mahasiswa dari berbagai kampus menjadi juara di ajang final Youth Eco Preneur Competition di Bandung, Rabu, 13 Mei 2015. Mereka menerima hadiah sebesar Rp 10 hingga 20 juta. Lomba itu mencari bisnis dan produk mahasiswa yang ramah lingkungan.

    Juara pertama diraih tim mahasiswa Universitas Prasetya Mulya, Serpong, Tangerang. Produk karyanya, Soul Plant Sunny the Sunflower, berupa seperangkat alat menanam bunga matahari yang mudah untuk anak berusia 4-12 tahun.

    Isi kotaknya terdiri dari 5 butir biji tanaman bunga matahari, pot kecil, botol semprotan air, sekop mini, dan media tanam kering. "Sudah kami jual sejak awal Januari 2015, hampir 100 buah," kata  awak tim, Tjiu Patrick.

    Juara kedua ditetapkan untuk tim mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang. Mereka membuat G-MAP1, Green Machine Portable First Generation. Alat itu mengubah limbah botol dan gelas plastik menjadi tali plastik seukuran lebar 2-5 sentimeter.

    "Alatnya untuk ibu rumah tangga, harganya Rp 99.500," kata awak tim Bildiosta Sappar kepada Tempo seusai acara.  Pemenang ketiga dari tim mahasiswa Teknik Kimia ITB. Karya mereka berupa alat pembersih noda pakaian dari limbah kulit pisang. Bahannya berupa cairan berbahan asam sitrat sebanyak 8 mililiter dalam botol yang ujungnya dipasangi bola kecil sebagai perontok noda, seperti bekas tumpahan sambal, es krim, kecap, atau kuah soto. "Ini pembersih noda untuk kondisi darurat," kata awak tim, Christian.

    Salah seorang panitia, Anindita Aliyah mengatakan, lomba hasil kerjasama dengan Pertamina itu bagian dari perhelatan International Student Energy Summit, Juni 2015, di Bali.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.