Penjual Rumah Bonus Istri, Wina Rencanakan Bulan Madu Umrah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Winallia, penjual rumah bonus istri di Sleman, Yogyakarta. TEMPO/Muh. Syaifullah

    Winallia, penjual rumah bonus istri di Sleman, Yogyakarta. TEMPO/Muh. Syaifullah

    TEMPO.CO , Sleman - Setelah beberapa bulan mengiklankan rumahnya seharga Rp 999 juta plus bisa menikahinya, Winallia, 40 tahun, boleh berbahagia hati. Sebab, ada lelaki yang segera menyuntingnya dan membayar rumahnya.

    "Bulan depan akan nikah, setelah itu berangkat ibadah umrah. Ramadan,  Isya Allah sudah bersama jadi suami-istri," kata Wina, panggilan Winallia, Rabu, 13 Mei 2015.

    Lelaki yang akan menimang Wina adalah duda beranak dua berumur 46 tahun yang kini tinggal di Lampung. Ia adalah Redi Eko Saputra, seorang pegawai Badan Usaha Milik Negara.

    Menurut Wina, Redi sudah berencana menjual rumah di Lampung yang harganya lebih dari Rp 1 miliar. Anak Redi yang kuliah di Universitas Muhammdiyah Yogyakarta juga memintanya untuk pindah ke Kota Gudeg ini.

    Kebetulan, Wina juga seorang janda dua anak yang ingin mencari suami. Maka klop, duda mencari istri, janda mencari suami. Selain itu visi mereka sama. Untuk menjalani rumah tangga intinya adalah ibadah. "Kami mendasari rumah tangga dengan ibadah," kata Wina.

    Dian PD, agen properti yang mengikhlaskan rumah Wina pada awal Maret 2015 mengatakan sudah dihubungi. Diberitahukan akan ada transaksi rumah yang ditawarkan itu. "Sudah diberitahu akan ada deal, tapi saya belum banyak tanya. Mau dipertemukan dengan pembeli," kata Dian.

    Pada awal Maret lalu muncul iklan jual rumah dapat istri yang beredar di sosial media. Lokasi rumah yang diiklankan itu terjadi di Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Dengan bantuan seorang teman, Winallia, 40 tahun, berusaha menjual rumah di Randu Gunting, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, dengan luas bangunan 130 meter persegi dan luas tanah 527 meter persegi. Rumah dibangun pada 2013 itu. Pembelinya bisa menikahi perempuan cantik itu.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.