Kerangka Maharani Ditemukan di Kebun Sawit Pontianak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    TEMPO.COPontianak - Identitas mayat wanita yang ditemukan telah menjadi kerangka di kebun sawit, Selasa, 12 Mei 2015, terungkap. Korban adalah ibu muda berusia 22 tahun.

    "Korban ditemukan tewas di area perkebunan sawit PT BPK Phase I Blok 10 C Desa Sei Malaya, Kecamatan Sei Ambawang," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Pontianak Ajun Komisaris Besar Polisi Veris Septiansyah, Rabu, 13 Mei 2015. Korban, yang bernama Syarifah Maharani, ternyata sudah 22 hari menghilang dari rumah.

    Menurut Veris, awalnya keluarga korban kurang yakin bahwa kerangka tersebut adalah Maharani. Keluarga baru yakin setelah seorang saksi yang bertemu dengan korban sebelum menghilang mengutarakan keyakinannya setelah melihat baju dan kerudung yang ditemukan di lokasi penemuan kerangka tersebut.

    Penemuan mayat Maharani, warga Gang Selat Bangka I RT 001 RW 002, Kelurahan Siantan Hulu, kemarin, 12 Mei 2015, sempat menggegerkan warga. Saat ditemukan, jasad Maharani telah menjadi kerangka dan tak utuh. Bagian kepala dan kakinya lengkap, tapi tangan dan perutnya tak utuh lagi.

    "Mayat itu ditemukan oleh salah satu pekerja di sana, sekitar pukul 09.30, di dalam perkebunan sawit PT BPK," kata Kepala Kepolisian Sektor Sungai Ambawang Ajun Komisaris Abdul Malik secara terpisah.

    Pekerja PT BPK yang sedang menebas rumput di area perkebunan kelapa sawit pertama kali melihat kerangka mayat tersebut. "Sebelum ditemukan, bau busuk sudah tercium oleh pekerja kebun tersebut," ujar Abdul.

    Veris mengatakan penyebab tewasnya wanita tersebut masih diselidiki oleh pihaknya. Namun ditengarai ada tindak kekerasan yang menimpa perempuan muda tersebut.

    ASEANTY PAHLEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.