Rapat Kabinet, Jokowi Tegur Lima Kementerian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: wakil sekertaris kabinet Lambok Nathans, kerabat dekat Moerdiono, Syafroedin Bahar dan Fadli Zon menjadi pembicara saat peluncuran buku

    Dari kiri: wakil sekertaris kabinet Lambok Nathans, kerabat dekat Moerdiono, Syafroedin Bahar dan Fadli Zon menjadi pembicara saat peluncuran buku "Moerdiono Bagimu Negeri" di Fadli Zon Gallery, Jakarta, Senin (1/10). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memberikan teguran kepada lima kementerian yang belum menyelesaikan administrasi penganggaran. Teguran itu disampaikan Jokowi dalam rapat kabinet di Kantor Presiden, Rabu, 13 Mei 2015.

    "Sebelum masuk kepada rencana kerja pemerintah tahun 2016, saya ingin memperingatkan kembali masalah yang berkaitan dengan organisasi kementerian," kata Jokowi saat membuka rapat kabinet. "Hati-hati, karena masalah kelembagaan ini rentetannya bisa masuk pada masalah pencairan anggaran."

    Menurut Jokowi, selain bermasalah terhadap pencairan, urusan administrasi itu juga berdampak pada serapan anggaran. Imbasnya, kata dia, berpengaruh terhadap melemahnya pertumbuhan ekonomi.

    Jokowi engggan membeberkan lima kementerian yang dimaksudnya itu. "Sebetulnya sudah saya ingatkan ini sejak Januari. Tapi mungkin belum banyak yang memiliki feeling bahwa ini akan berimbas pada melemahnya pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

    Jokowi pun bertindak akibat urusan administrasi kementerian yang belum beres itu. "Sampai sekarang masih ada Perpres (Peraturan Presiden) kementeriannya yang belum saya teken," katanya.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.