Alasan Penolakan Gelar Pawai Hizbut Tahrir di NTT

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan massa dari Hizbut Tahrir Indonesia melakukan aksi demo di depan Kedubes AS, Jakarta, Minggu (8/11). Mereka menyerukan seluruh umat Islam  mendukung bangsa Palestina melawan zionis Israel. TEMPO/Subekti

    Ribuan massa dari Hizbut Tahrir Indonesia melakukan aksi demo di depan Kedubes AS, Jakarta, Minggu (8/11). Mereka menyerukan seluruh umat Islam mendukung bangsa Palestina melawan zionis Israel. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Kupang - Masyarakat Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menolak rencana Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang akan menggelar pawai pada Sabtu, 16 Mei, mendatang. Penolakan juga datang dari Gerakan Pemuda (GP) Anshor dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

    "Kami menolak keberadaan dan rencana pawai yang akan digelar oleh HTI," kata Ketua GP Anshor NTT Abdul Muis kepada Tempo, Rabu, 13 Mei 2015.

    Menurut Abdul, HTI adalah organisasi ilegal sehingga mereka dilarang beraktivitas di Kota Kupang. Untuk itu, masyarakat diharapkan berhati-hati dengan keberadaan organisasi ini. "Organisasi itu sudah berada di Kupang," katanya.

    Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdulkadir Makarim mengatakan MUI telah menggelar pertemuan bersama sejumlah tokoh agama dan masyarakat menolak keberadaan HTI. "Kami sudah sepakat dengan tegas menolak keberadaan HTI," katanya.

    Menurut dia, MUI telah melayangkan surat ke pemerintah daerah dan kepolisian agar tidak memberikan izin HTI menggelar pawai untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.