Angka Kematian Ibu Hamil Lumajang Meningkat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Steadyhealth.com

    Steadyhealth.com

    TEMPO.CO , Lumajang: Angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, melonjak. Hingga Mei 2015, jumlah kematian ibu melahirkan tercatat sebanyak 14 orang. Padahal sepanjang 2014 lalu, angka kematian ibu melahirkan sebanyak 17 kasus.

    Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang Rosyidah mengatakan dari 14 kasus kematian ibu melahirkan itu, 8 di antaranya karena faktor penyakit. "Sebelum hamil, si ibu sudah mempunyai penyakit. Jadinya ketika hamil dan persalinan makin memperberat resiko hingga menyebabkan kematian," kata Rosyidah.

    Menurut Rosyidah, lima ibu hamil meninggal karena sakit jantung. Sedangkan tiga ibu hamil mengembuskan napas terakhir karena sakit paru-paru.

    Usia kematian ibu yang melahirkan ini antara umur 17 hingga 35 tahun. Rosyidah mengatakan melahirkan di umur 17 tahun sangat beresiko karena terlalu muda.

    "Untuk yang 17 tahun ini karena faktor resiko. Ibunya cenderung anemia, kurang protein, kurus badannya. Itu faktor resikonya lebih tinggi. Hamil itu lebih bagus di atas 20 tahun," kata Rosyidah.

    Sedangkan yang usia 35 tahun juga faktor resiko. "Beberapa kematian ibu melahirkan lainnya karena proses persalinan biasa seperti pendarahan. Karena anemia juga," ujar Rosyidah.

    Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang sudah berupaya untuk menekan angka kematian ibu melahirkan ini. "Kami sudah ada program, anta natal care (ANC). Jadi selama hamil harus ada kontak dokter minimal satu kali, supaya tahu ibu ini punya penyakit penyerta atau tidak," kata Rosyidah.

    Dari sekian kasus itu, kata dia, ada beberapa yang sudah kontak dengan tenaga kesehatan. "Namun ada juga yang belum sama sekali karena kehamilannya disembunyikan," kata dia.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.