Pemeriksaan dan Eksekusi Mary Jane Tertunda Sampai Ramadan?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana mati asal Filipina Mary Jane Veloso, berpose dengan menggunakan kebaya saat mengikuti fashion show dalam acara perayaan Hari Kartini di Penjara Wirogunan, Yogyakarta, 21 April 2015. Mary Jane dihukum mati oleh pengadilan Indonesia karena berusaha menyelundupkan heroin. Jefri Tarigan/Anadolu Agency/Getty Images

    Terpidana mati asal Filipina Mary Jane Veloso, berpose dengan menggunakan kebaya saat mengikuti fashion show dalam acara perayaan Hari Kartini di Penjara Wirogunan, Yogyakarta, 21 April 2015. Mary Jane dihukum mati oleh pengadilan Indonesia karena berusaha menyelundupkan heroin. Jefri Tarigan/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung Tony Spontana mengatakan bahwa pemeriksaan terpidana mati asal Philipina Mary Jane Fiesta Veloso berpotensi molor dari rencana bulan Mei ini. Apabila pemeriksaan molor, maka penundaan eksekusi Mary Jane pun bisa lebih lama.

    "Jika menghitung berbagai faktor, bisa-bisa pemeriksaan baru berlangsungh satu sampai dua bulan lagi,"ujar Tony di Kejaksaan Agung, Selasa, 12 Mei 2015.

    Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kehakiman Philipina belum memberi kepastian formal kapan Mary Jane akan diperiksa terkait kasus human trafficking yang melibatkan perekrutnya, Maria Kristina Sergio. Rencana awalnya, Mary Jane diperiksa per 8-14 Mei.

    Pihak Kejagung menduga belum adanya kepastian itu karena pemeriksaan Maria Kristina Sergio baru memasuki tahap penyelidikan. Dengan kata lain, jalan hingga pemeriksaan di persidangan pun masih lama, bahkan lebih dari sebulan. Hal ini sesuai degan info yang diterima Kejagung.

    Tony melanjutkan, faktor yang bisa menunda pemeriksaan dan eksekusi Mary Jane hingga sebulan lebih itu tak hanya pemeriksaan Sergio saja. Hal lain yang bisa menunda cukup lama adalah Ramadan di bulan Juni.

    Ramadan memakan waktu sebulan. Dan, pihak Kejagung mengaku enggan untuk melanjutkan eksekusi di bulan Ramadhan karena dirasa tak etis.

    "Dan, habis Ramadhan ada Lebaran. Eksekusi saat Lebaran juga saatnya gak tepat. Kalau Agustus, sebelum tanggal 17 Agustus (Hari Kemerdekaan),"ujar Tony mengakhiri.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.