Alasan Presiden Tunjuk Tim Komunikasi Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengusaha Zainal Tahir ikuti rapat dengar pendapat umum bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 4 Februari 2015. Rapat tersebut membahas pernyataan Hasto Kristiyanto terkait pertemuan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad dengan petinggi PDIP jelang Pilpres. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pengusaha Zainal Tahir ikuti rapat dengar pendapat umum bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 4 Februari 2015. Rapat tersebut membahas pernyataan Hasto Kristiyanto terkait pertemuan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad dengan petinggi PDIP jelang Pilpres. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mendukung tim komunikasi yang dibentuk langsung oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Hasto, tim itu bisa menjadi penghubung yang efektif antara Jokowi dan partai politik lain.

    "Di tengah situasi politik nasional saat ini, dengan begitu banyak partai politik, tim komunikasi itu strategis," kata Hasto setelah bertemu dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum, Selasa, 12 Mei 2015.

    Hasto mengatakan harapan rakyat Indonesia sangat besar terhadap tim ini. "Jadi tim ini harus mampu membantu Presiden dalam komunikasi dan mendorong pemerintahan yang lebih efektif," kata dia.

    Presiden Jokowi membentuk Tim Komunikasi yang beranggotakan Teten Masduki dan Sukardi Rinakit. Tugas tim ini adalah menyampaikan informasi dari Istana kepada masyarakat luas melalui media. Tim ini dibentuk agar tak ada informasi yang simpang-siur dan berbeda tentang pemberitaan di lingkup Istana dan kementerian.

    Teten pernah membantu Andi Widjajanto sebagai staf khusus Sekretaris Kabinet. Sedangkan Sukardi Rinakit baru ditunjuk sebagai staf khusus Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Surat Keputusan Presiden untuk tim itu sudah diterbitkan.

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.