Mega Absen di Kongres Demokrat, Ini Tanggapan Puan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Puan Maharani bersiap menembak di lapangan tembak kompleks Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, 9 Mei 2015. ANTARA/Humas Menko PMK

    Menko PMK Puan Maharani bersiap menembak di lapangan tembak kompleks Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, 9 Mei 2015. ANTARA/Humas Menko PMK

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani emoh menanggapi ketidakhadiran Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke pembukaan Kongres Partai Demokrat di Surabaya. Puan menyatakan urusan kedatangan kader PDIP di Kongres Demokrat diserahkan kepada pengurus aktif partai berlambang banteng tersebut.

    "Saya kan sekarang nonaktif di partai, jadi biarkan mereka yang masih aktif saja yang mengurus datang atau tidaknya ke Kongres Demokrat," kata Puan di kantornya, Selasa, 12 Mei 2015.

    Puan menuturkan saat ini tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan di partainya meski menjabat Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Keamanan. "Strategis atau tidaknya kerja sama dengan Demokrat, ya, serahkan saja ke partai. Saya fokus bekerja sebagai menteri," ujarnya.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memastikan Megawati Soekarnoputri tidak akan hadir dalam Kongres Partai Demokrat yang dibuka hari ini. Alasannya, Megawati sedang disibukkan dengan kegiatan internal partai.

    Sebagai gantinya, PDIP mengirim dua utusan resmi, yaitu Wakil Sekretaris Jenderal Eriko Sotarduga dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Jawa Timur Kusnadi. Namun Hasto memastikan tak ada lagi masalah antara PDIP dan Demokrat. Buktinya, tutur Hasto, hubungan keduanya cukup baik di Dewan Perwakilan Rakyat.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.