Tragedi Trisakti, JK: Pemerintah Sudah Lakukan Upaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi melakukan pengamanan peringatan 17 Tahun Tragedi Trisakti 12 Mei, di Kampus Trisakti. Sebuah gambar mural yang terpampang di depan kampus, yang menggambarkan penuntutan kasus Tragedi 12 Mei. Jakarta, 12 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    Polisi melakukan pengamanan peringatan 17 Tahun Tragedi Trisakti 12 Mei, di Kampus Trisakti. Sebuah gambar mural yang terpampang di depan kampus, yang menggambarkan penuntutan kasus Tragedi 12 Mei. Jakarta, 12 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah sudah melakukan upaya untuk mengusut kasus penembakan terhadap mahasiswa dalam tragedi di Semanggi atau yang biasa diingat dengan Tragedi Mei 1998. Termasuk, menguji balistik di Belanda.

    "Dari satu pemerintahan ke pemerintah lain telah berusaha dengan baik, sudah diusut bahkan sampai ke luar negeri," kata JK, di Istana Wakil Presiden, Selasa, 12 Mei 2015. "Jangan lupa, dulu balistiknya diuji sampai ke Belanda."

    JK  juga mengatakan kasus penembakan terhadap mahasiswa di Semanggi itu sudah pernah diajukan ke pengadilan bahkan sampai dibahas dalam rapat paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat. "Namun tentu apa yang dicapai, belum memuaskan semua pihak," katanya.

    Bahkan, Kalla membandingkan kasus penembakkan Tragedi Mei 1998 seperti kasus pembunuhan Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy pada tahun 1963. Pada saat itu, Kennedy ditembak dan sampai saat ini siapa penembaknya belum terungkap.

    "Presidennya terbunuh sampai skarang tidak tahu siapa yang melakukan. Amerika Serikat jelas ada yang tembak," ujarnya. Namun, Kalla mengatakan bukan berarti pemerintah lepas tangan terhadap Tragedi Mei 1998. "Tentu kami sudah usaha keras dan selalu berusaha."

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.