Pasek Suardika Sindir Komitmen SBY dalam Kongres Demokrat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gede Pasek Suardika. Tempo/Tony Hartawan

    Gede Pasek Suardika. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Surabaya - Politikus Partai Demokrat  Gede Pasek Suardika mengatakan keinginannya mencalonkan diri sebagai ketua umum partai justru untuk mendukung Susilo Bambang Yudhoyono.

    Menurut Pasek, saat berpidato dalam kongres luar biasa di Bali dua tahun lalu SBY mengatakan tidak akan mencalonkan diri lagi. Namun kenyatanya Presiden Republik Indonesia ke-6 itu bersedia dicalonkan sebagai ketua umum dalam Kongres Partai Demokrat IV di Hotel Shangri-La Surabaya.

    "Saya terikat secara moral rangkaian proses KLB dari awal sampai akhir masa jabatan," kata Pasek saat konferensi pers di salah satu mal di Surabaya, Senin, 11 Mei 2015.

    Pasek mengatakan masih ingat komitmen SBY kala itu bahwa tidak akan menjadi ketua umum  lagi setelah Pemilihan Umum 2014. Saat kongres luar biasa, menurut Pasek, SBY bersedia menjadi ketua umum dengan alasan untuk menyelamatkan Partai Demokrat dalam  Pemilu 2014.

    "Saya waktu KLB orang pertama  yang mengusulkan dan mendukung Pak SBY menjadi Ketua Umum Demokrat," kata Pasek yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah.

    Janji SBY yang tidak akan maju Ketua Umum setelah pemilu 2014 inilah, Pasek menambahkan, yang kemudian menjadi pegangan dirinya mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di partai. "Jadi jangan dikira saya menentang Pak SBY atau dituduh tidak patuh," ujar dia.

    Sebanyak 580 pemilik suara akan memilih ketua umum periode lima tahun ke depan. Pemilik suara terdiri dari 509 ketua dewan pimpinan cabang kota dan kabupaten, 68 suara dewan pimpinan daerah, tiga suara dewan pimpinan pusat, empat suara dewan pembina, dan sembilan suara  perwakilan organisasi sayap.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.