Kongres Demokat, Alasan Marzuki Alie Tak Dukung I Gede Pasek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta konvensi Partai Marzuki Alie saat memaparkan visi dan misinya dalam acara Konvensi Demokrat Tahap II di Jakarta (09/01). TEMPO/Dasril Roszandi

    Peserta konvensi Partai Marzuki Alie saat memaparkan visi dan misinya dalam acara Konvensi Demokrat Tahap II di Jakarta (09/01). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah memutuskan mundur dari pencalonan Ketua Umum Partai Demokrat, Marzuki Alie, menegaskan sikapnya. Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini memutuskan mendukung Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pemegang tampuk kepemimpinan dalam Kongres Partai Demokrat.

    Marzuki memutuskan tidak mendukung I Gede Pasek Suardika, yang bakal bertanding melawan SBY. "Dukungan ini tulus ikhlas kepada SBY. Di luar itu, kami tak berikan dukungan," kata Marzuki di Hotel The Alana, Surabaya, Selasa, 12 Mei 2015.

    Menurut Marzuki, dia mendukung SBY untuk mengantisipasi ancaman perpecahan partai lewat kongres tandingan. Sebelumnya, sebanyak 161 ketua dewan pengurus cabang yang dipecat membentuk Kaukus Penyelamat Partai Demokrat.

    Kaukus ini berencana menggugat penyelenggaraan Kongres Demokrat yang dinilai tidak demokratis. Mereka menolak SBY dipilih secara aklamasi lewat Kongres. "Tidak ada tekanan dan paksaan dari siapa pun. Ini demi kepentingan partai," ujar Marzuki.

    Mantan Ketua DPR ini juga menyatakan tidak ada tawar-menawar atau bargaining apa pun atas keputusan itu. Marzuki tidak pernah secara resmi mencalonkan diri, tapi menerima aspirasi dari kader agar mau dicalonkan sebagai ketua umum periode 2015-2020.

    "Saya tak pernah menyatakan maju (sebagai calon ketua umum). Saya hanya menerima aspirasi dan siap apabila dicalonkan," katanya. "Manakala kepentingan partai hadir, kepentingan pribadi harus ditinggalkan."

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.