JK Sering Dapat Tawaran Prostitusi Online  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla diwawancara wartawan dalam pembukaan 2015 Institute of International Finance (IIF) Asian Summit di Jakarta, 7 Mei 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Wakil Presiden Jusuf Kalla diwawancara wartawan dalam pembukaan 2015 Institute of International Finance (IIF) Asian Summit di Jakarta, 7 Mei 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ternyata korban promosi prostitusi lewat pesan pendek bukan hanya orang kebanyakan. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku juga sering menerima pesan pendek esek-esek. Pesan itu, kata JK, dikirim dari nomor-nomor anonim. "Terus terang, saya sering menerima gituan," ujar JK di Istana Wakil Presiden, Selasa, 12 Mei 2015.

    JK menganalisis, mungkin dia mendapat pesan seperti itu karena nomor yang ia gunakan sudah dipakai selama 20 tahun. Selain menawarkan perempuan cantik, banyak juga pesan pendek yang menawarkan kredit, pinjaman uang, dan mobil. "Saya langsung delete saja," ujarnya sambil terkekeh.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengaku susah melacak pengirim pesan kepada JK. Namun, ihwal pesan pendek berkaitan dengan perbankan, Rudiantara mengatakan sudah berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan.

    "Tindak lanjutnya harus dibicarakan dengan para operator, bagaimana mengeblok nomor-nomor tertentu," katanya.

    Menurut dia, harus dilihat juga apakah pengirim pesan itu benar-benar menawarkan bantuan atau menipu. Jika pengirim pesan adalah telemarketer, kata Rudi, tidak ada bahaya yang mengancam. "Jadi memang kendalanya cukup banyak," katanya.

    Sejumlah praktek pelacuran yang dipromosikan lewat dunia maya belakangan ini terkuak setelah tewasnya Deudeuh Alfisahrin. Pekerja seks itu dibunuh teman kencannya di kamar kos di Tebet, Jakarta Selatan, beberapa pekan lalu.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.