NasDem, Partai Indonesia Pertama di HUT UMNO  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia Najib Razak melakukan pemeriksaan penjaga, saat pertemuan tahunan partai United Malays National Organisation (UMNO) di Kuala Lumpur (15/10). Foto: REUTERS/Zainal Abd Halim

    Perdana Menteri Malaysia Najib Razak melakukan pemeriksaan penjaga, saat pertemuan tahunan partai United Malays National Organisation (UMNO) di Kuala Lumpur (15/10). Foto: REUTERS/Zainal Abd Halim

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Partai politik terbesar di Malaysia, UMNO, merayakan ulang tahun yang ke-69, Senin, 11 Mei 2015, di Gedung Dewan Merdeka Pusat Perdagangan Dunia, Kuala Lumpur. Selain dihadiri partai koalisi di Barisan Nasional, acara ini diramaikan oleh Partai NasDem dari Indonesia.

    "NasDem menjadi partai pertama dari Indonesia yang kami undang," kata Ketua UMNO Online, Ahmad Kamal Zailani, di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin malam, 11 Mei 2015. Sebelumnya, kata Zailani, belum pernah ada partai politik dari Indonesia yang diundang menghadiri peringatan ulang tahun UMNO.

    Undangan UMNO ini dipenuhi oleh Ketua Umum Surya Paloh, Sekretaris Jenderal Patrice Rio Capella, serta sejumlah politikus NasDem, seperti Prananda Surya Paloh, Bachtiar Aly, Martin Manurung, dan Ahmad Sahroni.

    Presiden UMNO yang juga Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, akan menyampaikan pidato dalam acara ini. Ulang tahun UMNO diwarnai dengan kritik terhadap istri Najib Razak, Rohmah Mansor, yang dianggap suka tampil mewah.

    Adapun bekas Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad, sempat meminta Najib Razak mundur dari jabatannya. Menurut Mahathir, kinerja Najib Razak lebih buruk daripada pendahulunya lantaran terbelit dua kasus besar, salah satunya dugaan korupsi di perusahaan milik pemerintah.

    WAYAN AGUS PURNOMO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.