Diburu Penggila Akik, Batu Jasper di Tasik Dijaga Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cedramata kalung batu akik Jasper Api dari Garut untuk para delegasi KAA di Bandung, Jawa Barat, 22 Apri 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Cedramata kalung batu akik Jasper Api dari Garut untuk para delegasi KAA di Bandung, Jawa Barat, 22 Apri 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO , Tasikmalaya - Batu jasper asal Sungai Cimedang, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, dijadikan cendera mata tamu negara dalam perhelatan Konferensi Asia-Afrika di Bandung baru-baru ini. Akibatnya, batu jasper diburu untuk diolah menjadi batu akik.

    Untuk melindungi batu jasper di Sungai Cimedang, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menggandeng tokoh masyarakat dan polisi. Hal ini dilakukan karena batu jasper di Pancatengah berada di alam terbuka.

    "Penjagaan sudah melibatkan polisi," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tasikmalaya Wawan Effendi saat ditemui di Singaparna, Senin, 11 Mei 2015.

    Tokoh masyarakat Pancatengah, menurut Wawan, juga siap mengawasi keberadaan batu jasper. Kata dia, tidak boleh ada sedikit pun batu jasper yang diambil oleh siapa pun.

    "Tokoh masyarakat sudah ada yang menemui kami dan menyatakan siap menjaga batu jasper," kata Wawan.

    Tempat batu jasper di Pancatengah, Wawan menjelaskan, saat ini sudah menjadi cagar geologi atau geopark. Luas geopark ini mencapai 4,5 hektare.

    "Di lokasi ini, tidak boleh ada yang memanfaatkan untuk kegiatan pertambangan atau pengambilan," kata Wawan.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.