Naskah Ujian SD di Sulsel Selesai Didistribusikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMA. ANTARA/Wahyu Putro

    Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMA. ANTARA/Wahyu Putro

    TEMPO.CO , Makassar: Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Salam Soba mengatakan saat ini pendistribusian naskah untuk ujian sekolah tingkat sekolah dasar sederajat telah rampung selesai.

    "Sudah selesai pendistribusian sejak Minggu. Kemarin ada 20 Kabupaten/Kota yang naskahnya telah didistribusikan, kemudian menyusul empat kabupaten," kata Salam ketika dihubungi Senin, 11 Mei 2015.

    Salam menjelaskan percetakan naskah yang memenangkan ini adalah perusahaan dari Gowa PT Usaha Timor. Menurut Salam, persiapan pelaksanaan ujian sekolah tingkat SD hampir selesai.

    Salam menjamin pelaksanaan ujian sekolah tingkat SD 18-20 Mei mendatang akan berjalan tanpa mengalami kendala. Salam optimistis tidak akan ada masalah seperti naskah soal yang kurang.

    Kata Salam, kekurangan naskah soal dapat diantisipasi langsung karena percetakan ada di dekat Makassa. Salam pun mengantisipasi kemungkinan bocornya naskah soal.

    Salam mengatakan anggaran untuk pencetakan naskah ujian ini diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2015. Nilainya mencapai Rp 1,56 miliar.

    Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Latif mengungkapkan kalau pelaksanaan ujian sekolah tingkat sekolah dasar, madrasah ibtidayah, dan sederajat siap digelar di Sulawesi Selatan. Menurut Latif, semua persiapan telah rampung dilakukan.

    "Kami harap semua berjalan dengan lancar dan para siswa -siswi dapat mengerjakan soal mereka dengan baik dan benar sehingga dapat lulus dan diterima di sekolah yang diinginkan," kata Latif.

    IIN NURFAHRAENI DEWI PUTRI


  • UN
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.