Ridwan Kamil Tolak Survei Jadi Gubernur DKI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil. ANTARA/aacc2015/Widodo S. Jusuf

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil. ANTARA/aacc2015/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku kaget setelah menerima hasil survei Cyrus Network yang menyebut dirinya layak menjadi Gubernur DKI Jakarta. Namun, menurut dia, menjadi Gubernur DKI Jakarta bukan hal yang ia dambakan.

    “Saya masih sesuai dengan yang diniatkan, yaitu kembali menjadi arsitek,” ujar dia, saat ditemui Tempo di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Bandung, Senin, 11 Mei 2015. Ridwan Kamil mengaku berencana menjadi Wali Kota Bandung selama satu periode saja.

    Pria yang dilantik menjadi wali kota pada September 2013 ini berharap penerus dia selanjutnya bisa membangun Kota Bandung seperti dia. “Wali kota baru tinggal melanjutkan pondasi yang sudah dibangun,” kata Ridwan Kamil.

    Sebelumnya, survei yang dilakukan Cyrus Network menempatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di posisi pertama sebagai orang yang layak memimpin Ibu Kota di pemilihan umum kepala daerah selanjutnya. Ketika Ahok dihadapkan dengan Emil, ia mendapatkan dukungan 42 persen, sedangkan Emil mendapat dukungan 38 persen.

    Hasil hampir sama juga diperoleh ketika Ahok dihadapkan dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sebanyak 42 persen responden akan memilih Ahok dalam pemilihan berikutnya, sedangkan Risma didukung 37 persen responden.

    Ridwan Kamil mengaku tidak terlalu memikirkan hasil survei tersebut. “Saya enggak bisa menghalangi orang bikin survei,” kata dia. Ridwan Kamil merasa dirinya tak layak menjadi Gubernur DKI Jakarta karena baru memulai dunia politiknya tiga tahun ke belakang.

    Ridwan Kamil justru mendoakan Ahok agar lancar memimpin Ibu Kota. Menurut dia, Ahok merupakan sahabatnya di Jakarta. Dia mengaku banyak menghabiskan waktu bercanda jika bertemu dengan Ahok. “Orang lagi kerja baik, jangan dibentur-benturkan dengan hasil survei. Saya khawatir malah menjadi saling ejek para pendukung,” kata Emil.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.