Syarief Hasan: Kongres Demokrat di Luar Shangri-La Ilegal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) didampingi Ketua Harian Partai Demokrat, Syarief Hasan (kiri) dan Kristiani Herawati (Ani Bambang Yudhoyono) dalam acara pengumuman hasil konvensi Partai Demokrat di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat (16/5). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) didampingi Ketua Harian Partai Demokrat, Syarief Hasan (kiri) dan Kristiani Herawati (Ani Bambang Yudhoyono) dalam acara pengumuman hasil konvensi Partai Demokrat di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat (16/5). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COSurabaya - Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan Kongres Demokrat yang resmi hanya dilakukan di Hotel Shangri-La Surabaya. “Kalau ada kongres di luar Shangri-La itu ilegal,” kata Syarief saat menggelar konferensi pers di Surabaya, Senin, 11 Mei 2015.

    Pernyataan Syarief dilontarkan menanggapi aksi protes dari 161 mantan kader Demokrat yang tergabung dalam Kaukus Penyelamat Partai Demokrat (KPPD).

    Menurut Syarief, kongres di Shangri-La adalah satu-satunya kongres yang sah dan telah direstui oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan disepakati Sekretaris Jenderal Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas.

    Syarief menjelaskan perihal pernyataan KPPD bahwa ada 161 kader demokrat yang dipecat. Syarief membantah pernyataan itu. Dia mengklaim bahwa selama lima tahun terakhir Demokrat hanya mencopot 89 kader.

    Pencopotan itu dilakukan karena berbagai alasan. Di antaranya, kata dia, adalah kader mengundurkan diri, meninggal dunia, pindah partai, tersangkut perkara hukum, dan terjadi pemekaran wilayah di suatu daerah. “Selain itu, ada 11 kader di antaranya yang tidak termasuk dalam salah satu alasan tersebut,” ujarnya.

    Syarief berjanji akan terbuka jika 11 kader tersebut berniat bergabung dan berkonsolidasi untuk membicarakan persoalan ini. Sampai saat ini sudah ada dua mantan kader yang telah menghubunginya untuk konsolidasi jelang kongres yang dimulai Selasa, 12 Mei 2015.

    Menurut Ibas, ada 89 kader yang dicopot serta terdiri atas 12 orang meninggal dunia, 12 mengundurkan diri, 13 tersangkut masalah hukum, dan berbagai macam alasan. “Kalau di luar ada 161 itu tidak benar karena itu berpotensi adanya perbedaan pendapat,” ucapnya.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.