Purwokerto Tambah 9 Kereta Lebaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemudik ramaikan stasiun Pasar Senen di Jakarta, 20 Juli 2014. H-8 lebaran Idul Fitri, ratusan pemudik yang menggunakan jasa kereta api hari ini berangsur diberangkatkan, Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah pemudik ramaikan stasiun Pasar Senen di Jakarta, 20 Juli 2014. H-8 lebaran Idul Fitri, ratusan pemudik yang menggunakan jasa kereta api hari ini berangsur diberangkatkan, Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Purwokerto - Untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan tiket selama angkutan mudik dan balik Lebaran 2015, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan sembilan kereta api tambahan. Kereta tersebut beroperasi di lintas selatan. Masing-masing enam kereta api rute Jakarta dan tiga kereta api rute Bandung.

    Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto Surono mengatakan sembilan kereta api tambahan Lebaran lintas selatan tersebut terdiri dari 6 KA komersial (eksekutif, bisnis, dan ekonomi komersial) serta 3 KA Lebaran ekonomi bersubsidi pemerintah Public Service Obligation (PSO).

    “Ketiga kereta api tambahan Lebaran dengan fasilitas subsidi tersebut adalah KA Kutojaya Utara Lebaran, KA Kutojaya Selatan Lebaran, dan KA Pasundan Lebaran,” kata Surono, Senin, 11 Mei 2015.

    Menurut Surono, kereta api tambahan rute Jakarta terdiri dari KA Argo Lawu rute Gambir-Solo pulang-pergi (pp), KA Taksaka rute Gambir-Yogyakarta pp, KA Gajayana Lebaran rute Gambir-Malang pp, KA Purwojaya rute Gambir-Cilacap pp, KA Kutojaya Utara rute Kutoarjo-Pasar Senen pp, dan KA Kutojaya (PSO) rute Kutoarjo-Pasar Senen pp.

    Sedangkan kereta api tambahan Lebaran rute Bandung terdiri dari KA Lodaya rute Bandung-Solo pp, KA Kutojaya Selatan (PSO) rute Kiaracondong-Kutoarjo pp, dan KA Pasundan (PSO) rute Kiaracondong-Surabaya Gubeng pp.

    Sesuai kontrak PSO, PT KAI menjalankan KA tambahan Lebaran ekonomi bersubsidi, yaitu KA Kutojaya Utara Lebaran, KA Kutojaya Selatan Lebaran, dan KA Pasundan Lebaran. Kereta tersebut beroperasi selama 16 hari, mulai 10 sampai dengan 25 Juli 2015 atau H-7 sampai H+7 Lebaran. ”Sedangkan KA Lebaran komersial dijalankan mulai H-7 sampai dengan H+8 Lebaran,” katanya.

    Dari sembilan KA tambahan Lebaran yang telah disiapkan, setiap harinya bakal disediakan 9.928 tiket KA tambahan lintas selatan. Jumlah tersebut meliputi tiket keberangkatan dari Jakarta dan tujuan Jakarta masing-masing sebanyak 3.114 lembar tiket per hari, keberangkatan dari Bandung ke arah timur dan tujuan Bandung masing-masing sebanyak 1.850 lembar tiket per hari.

    Menurut Surono, penjualan tiket KA tambahan Lebaran mulai dibuka Senin, 11 Mei, pukul 00.01 dinihari, untuk keberangkatan tanggal 10 sampai dengan 16 Juli 2015. Sedangkan untuk tiket pasca-Lebaran keberangkatan tanggal 17 sampai dengan 26 Juli 2015 baru akan dibuka penjualannya mulai 18 Mei 2015 pukul 00.01.

    Untuk menghindari hilangnya setruk pemesanan serta antrean panjang di hari keberangkatan, masyarakat yang telah memesan tiket diimbau segara mencetak tiket di stasiun. Pencetakan itu bisa menggunakan perangkat cetak tiket mandiri (CTM) yang tersedia di stasiun-stasiun atau melalui loket stasiun.

    Selain menghindari hilangnya setruk karena ukurannya relatif kecil, ini juga untuk mengantisipasi hilangnya hasil cetakan pada kertas setruk. Seperti diketahui, tinta cetakan pada kertas setruk mudah hilang dan tidak terbaca jika disimpan agak lama.

    ”Lebih aman menyimpan tiket yang telah dicetak dari pada menyimpan setruk. Selain itu, dengan telah mencetak tiket tidak perlu lagi antri mencetak tiket saat hari keberangkatan,” katanya.

    ARIS ANDRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.