Berebut Penumpang, Bus Solo-Yogya Mogok 3 Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah supir angkot kwk memberhentikan sebuah bus dan menurunkan penumpang dalam aksi mogok di depan pintu masuk Pantai Indah Kapuk, Jakarta, (11/2). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah supir angkot kwk memberhentikan sebuah bus dan menurunkan penumpang dalam aksi mogok di depan pintu masuk Pantai Indah Kapuk, Jakarta, (11/2). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Surakarta - Semua bus lokal yang beroperasi di trayek Solo-Yogyakarta sempat melakukan aksi mogok selama tiga jam, Senin 10 Mei 2015. Aksi itu dipicu oleh rebutan penumpang antara bus lokal dengan bus jarak jauh trayek Surabaya-Yogya.

    Sebagian awak bus memarkir kendaraannya di Terminal Tirtonadi Solo. Sebagian lain mengentikan bus di jalan-jalan. Mereka berhenti beroperasi mulai pukul 06.00 WIB. "Bus kembali beroperasi sekitar jam 09.00 WIB," kata Aditya, salah satu awak bus PO Langsung Jaya. Mereka menghentikan aksi mogoknya setelah ada perdamaian antara dua armada bus yang berselisih.

    Menurutnya, aksi itu dipicu perselisihan antara salah satu armada bus lokal dengan bus jarak jauh Surabaya-Yogyakarta. "Mereka berebut penumpang di daerah Klaten," katanya. Akibatnya, semua bus lokal melakukan aksi solidaritas dengan memarkir semua armadanya.

    Persaingan antara bus lokal dengan bus jarak jauh menurutnya memang tidak seimbang. "Bus dari Surabaya rata-rata memiliki armada baru, bagus, dan tepat waktu," katanya. Sedangkan bus lokal rata-rata memiliki armada yang sudah cukup tua.

    Selama ini sebenarnya sudah ada kesepakatan bahwa bus jarak jauh hanya boleh menaikkan penumpang di terminal. "Sedangkan bus lokal boleh mengambil penumpang di jalan-jalan," katanya. Namun, kesepakatan itu sering dilanggar sehingga memicu perselisihan yang berujung aksi mogok.

    Kepala Sub Bagian Tata Usaha Terminal Tirtonadi Solo, Joko Supriyanto mengatakan aksi mogok itu tidak berimbas pada penumpukan penumpang. "Kebetulan pagi tadi memang agak sepi penumpang," kata dia. Menurut Joko, perselisihan yang berujung pada aksi mogok sering terjadi dengan penyebab yang sama. "Pasti gara-gara rebutan penumpang di jalan," katanya. Pengelola terminal kesulitan untuk menyelesaikan lantaran perselisihan terjadi di jalan.

    AHMAD RAFIQ




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.