Dua Tahun Ini, Korban Tewas Longsor Mendekati 500 Jiwa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas penyelamat mengerahkan alat berat untuk mencari korban yang tertimbun material longsor di Kampung Cibitung, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 8 Mei 2015. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Petugas penyelamat mengerahkan alat berat untuk mencari korban yang tertimbun material longsor di Kampung Cibitung, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 8 Mei 2015. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO , Jakarta: Dua tahun ini, longsor menjadi bencana yang paling mematikan di Indonesia. Tahun 2014, ada 600 kejadian longsor dengan 372 orang tewas. Sedangkan tahun ini hingga Minggu, 10 Mei 2015, telah terjadi 251 longsor dengan 74 orang tewas.

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif merilis data tersebut, Minggu malam, 10 Mei 2015. Menurutnya, kejadian longsor seringkali jarang menjadi pembelajaran di masa berikutnya. Saat terjadi bencana semua sibuk. ‘’Namun selesai tanggap darurat, semuanya lupa untuk memperbaiki agar longsor tidak berulang kembali,’’ katanya.

    Bencana longsor di Pangalengan, Kabupaten Bandung pada Selasa 5 Mei 2015 mirip dengan longsor di Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung pada 23 Februari 2010. Keduanya sama-sama berada di perkebunan teh yang menimbun rumah pekerja kebun teh.

    Hujan menyebabkan retakan di punggung bukit, kemudian longsor meluncur ke bawah menghantam permukiman sejauh sekitar 1,2 kilometer dengan lebar timbunan longsor 300 meter dan tebal 4 meter. Jenis tanah sama yaitu vulkanik dengan solum tebal, telah lapukan, dan di bagian bawah kontak dengan lapisan batuan dasar sebagai bidang gelincir longsor.

    Bedanya longsor Pangalengan disertai dengan ledakan pipa panas bumi, sedangkan di Ciwidey tidak ada kaitan dengan pipa panas bumi. Korban longsor Ciwidey 33 orang tewas, 11 orang tertimbun, 2 orang terluka, dan 200 orang mengungsi. Sedangkan longsor di Pangalengan hingga Minggu, 10 Mei 2015, 6 orang tewas, 3 orang masih tertimbun, 6 luka berat, 7 luka ringan dan 170 orang mengungsi.

    Syamsul Maarif mengatakan sekitar 50 persen wilayah di Jawa Barat adalah rawan longsor tinggi. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor harus dilatih melalui pembentukan kelompok siaga bencana. 32 unit rumah di Kampung Cibitung, Kecamatan Pangalengan yang saat ini sebagian terkena longsor harus direlokasi ditempat yang aman.

    Pemerintah daerah perlu mengkaji Rencana Tata Ruang Wilayahnya. Dunia usaha,  seperti PT Star Energy dan PTPN, katanya,  juga perlu melakukan mitigasi bencana dengan memasang EWS longsor dan melakukan mitigasi bencana.

    SUPRIYANTHO KHAFID



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.