Survei: Tim Ekonomi Jokowi Gagal Puaskan Publik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian, Sofyan Djalil (tengah), Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo  kiri), bersama Menkeu, Bambang Brodjonegoro (kanan), Menteri ESDM, Sudirman Said, saat pengumuman harga Bahan Bakar Minyak di Kementerian Kordinator Perekonomian, Jakarta, 31 Desember 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    Menko Perekonomian, Sofyan Djalil (tengah), Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo kiri), bersama Menkeu, Bambang Brodjonegoro (kanan), Menteri ESDM, Sudirman Said, saat pengumuman harga Bahan Bakar Minyak di Kementerian Kordinator Perekonomian, Jakarta, 31 Desember 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO , Jakarta: Publik memberikan rapor merah terhadap kinerja tim ekonomi Kabinet Kerja. Hal ini terlihat dari hasil survei evaluasi enam bulan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang digelar Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai KOPI).

    Dalam survei itu, hanya 26,4 persen publik yang puas dengan Kementerian Bidang Perekonomian yang dipimpin Sofyan Djalil. Sementara 63,1 persen publik menjawab tidak puas, dan sisanya, 10,4 persen menjawab tidak tahu.

    "Hal ini sejalan dengan poin survei awal bahwa 57 persen lebih publik merasa persoalan yang tengah dirasakan saat ini adalah harga pangan yang semakin mahal," kata juru bicara Kedai KOPI, Hendri Satrio, Minggu, 10 Mei 2015.

    Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mendapatkan cap positif dari publik. Sebanyak 50 persen publik merasa puas dengan kinerja menteri-menteri bidang maritim yang dipimpin Indroyono Soesilo.

    Karena itu, menurut Hendri, 56 persen publik merasa Jokowi-JK perlu segera merombak Kabinet Kerja. Namun, 38,4 persen publik mengatakan reshuffle sebaiknya dilakukan setelah satu tahun masa bekerja.

    "Alangkah baiknya reshuflle dilakukan usai Lebaran, ketika harga-harga mulai stabil kembali," kata pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo. Namun memang harus tahun ini agar menteri di posisi baru lebih cepat beradaptasi.

    Survei dilakukan terhadap 450 responden yang dipilih dengan metode sample acak bertingkat (multistage random sampling). Responden dipilih dari 45 kelurahan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi. Proses survei dilakukan pada 24-30 April 2015 dengan wawancara tatap muka dan menggunakan kuesioner terstruktur.

    INDRI MAULIDAR



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.