Greenpeace Ingatkan Jokowi untuk Menjadi Rimbawan Sejati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Indonesia Lingkungan 2015, Chintya Fabyola (kiri), artis Poppy Sovia dan aktivis Greenpeace melakukan kampanye

    Putri Indonesia Lingkungan 2015, Chintya Fabyola (kiri), artis Poppy Sovia dan aktivis Greenpeace melakukan kampanye "Perkuat Moratorium Hutan", di Jakarta, 10 Mei 2015. Mereka meminta Presiden Jokowi agar segera bertindak untuk melindungi secara penuh seluruh hutan Indonesia. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Greenpeace menagih janji Presiden Joko Widodo untuk memperpanjang dan memperkuat kebijakan penundaan izin tebang hutan atau dikenal sebagai moratorium hutan. Kebijakan ini keluar di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bakal berakhir pada 13 Mei 2015.

    "Jika tidak diperkuat maka kebijakan itu adalah langkah mundur yang meninggalkan kehancuran bagi hutan dan keanekaragaman hayati yang pernah dimiliki bangsa ini,” ujar Yuyun Indradi, juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia, di Jalan Sudirman, Jakarta.

    Untuk memperkuat desakannya, Minggu, 10 Mei 2015, ratusan supporter Greenpeace bersama sejumlah artis berlari sepanjang lima kilometer (Run Forest Run) di kawasan bebas kendaraan di Jalan Sudirman-Jalan Thamrin, Jakarta

    Di antara artis itu adalah Poppy Sovia, Ninda Felina, Gugun Blues Shelter, Kunto Aji, dan Putri Indonesia Lingkungan tahun 2015, Chintya Fabyola. Mereka ikut bersuara mendorong Presiden Jokowi agar segera bertindak melindungi secara penuh seluruh hutan Indonesia di jam-jam terakhir sebelum semuanya terlambat.

    Mereka menyerukan agar Presiden Indonesia Joko Widodo tidak melewatkan kesempatan untuk memperkuat kebijakan penundaan izin tebang hutan (moratorium hutan).

    Kurang dari 72 jam lagi kebijakan moratorium akan berakhir pada Rabu, 13 Mei 2015, yang berarti hutan-hutan alam tidak lagi terlindungi karena dapat diberikan izin-izin penebangan atau pembukaan. Presiden pernah berjanji bahwa kebijakan ini akan diperpanjang.

    "Tapi tidak jelas apakah itu akan diperkuat atau justru lebih lemah dari kebijakan sebelumnya," kata Yuyun. Memperkuat moratorium, ujarnya, dengan menjamin perlindungan seluruh hutan yang tersisa seluas 93,6 juta hektare akan mempertegas bahwa Presiden Jokowi adalah seorang rimbawan sejati.  

    Jokowi memang lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Setelah itu, dia menjadi pengusaha mebel di Solo. Dalam pemilihan presiden 2014, sejumlah alumnus Fakultas Kehutanan UGM menjadi relawan dengan membentuk wadah Sekretariat Rimbawan untuk (Seribu) Jokowi.

    UNTUNG WIDYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.