Blusukan ke Papua, Presiden Jokowi Kucurkan Rp 6 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) saat meninjau pembangunan Pasar dan Terminal Pharaa, Sentani, Papua, 9 Mei 2015. Pasar dan terminal yang akan terintegerasi itu rencananya bakal menjadi percontohan nasional. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Presiden Joko Widodo (tengah) saat meninjau pembangunan Pasar dan Terminal Pharaa, Sentani, Papua, 9 Mei 2015. Pasar dan terminal yang akan terintegerasi itu rencananya bakal menjadi percontohan nasional. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.COJakarta - Saat blusukan ke Papua, Presiden Joko Widodo mengucurkan dana infrastruktur sebesar Rp 6 triliun. "Dana itu diperuntukkan membangun jalan dan jembatan sebesar Rp 4,7 triliun, pengairan irigasi Rp 600 miliar, sanitasi dan air minum Rp 400 miliar, serta perumahan Rp 300 miliar,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan seusai peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Hamadi-Holtekam, Kota Jayapura, Sabtu sore, 9 Mei 2015.

    Presiden Jokowi, yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Basoeki Hadimoeljono mengatakan, anggaran sebesar Rp 6 triliun diberikan khusus dari Kementerian PU dan Perumahan ke Pemerintah Provinsi Papua untuk 2015.

    Menurut Jokowi, dana pembangunan Papua sebesar Rp 6 triliun pada 2015 itu belum termasuk untuk pembangunan sarana Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua tahun 2020 dan pembangunan pasar. “Jadi ini hanya untuk infrastruktur dan perumahan di pekerjaan umum saja,” ucapnya. 

    Sedangkan khusus dana pembangunan Jembatan Hamadi-Holtekam, total dana yang dibutuhkan Rp 1,5 triliun. Pembangunan itu dikerjakan bersama-sama oleh pemerintah pusat, Provinsi Papua, dan Kota Jayapura. Pemerintah pusat membantu sebesar Rp 900 miliar, sedangkan dari pemerintah provinsi dan Kota Jayapura Rp 600 milyar. "Ini jumlah yang tak sedikit, tapi diharapkan berimbas pada pertumbuhan ekonomi di seluruh Papua,” ucap Jokowi.

    Mengenai pembangunan jalan trans-Papua sepanjang 3.985 kilometer dengan sebelas ruas jalan yang pembangunannya dilaksanakan sejak 2001 tapi hingga kini belum rampung, Jokowi menuturkan akan menangani secepatnya. 

    "Tahun 2019 harus selesai, paling tidak tembus. Semuanya harus tersambung. Bila perlu, kerja siang-malam," kata Jokowi.

    Sedangkan soal rencana pembangunan rel kereta api di Papua, Jokowi berujar itu menjadi salah satu program pembangunan yang harus dilaksanakan. “2015 ini sudah direncanakan. Saya sudah suruh cek dan survei. Tahun ini akan kami mulai, termasuk pelabuhan dan kawasan industri," ucapnya.

    CUNDING LEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.