Bupati Luwu Larang Warganya Jadi PRT Atau Baby Sitter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembantu. Dok. TEMPO/Adri Irianto

    Ilustrasi pembantu. Dok. TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Belopa - Bupati Kabupaten Luwu, Andi Mudzakkar, mewanti-wanti warganya agar tidak bekerja di luar daerah sebagai pembantu rumah tangga atau baby sitter. Hal itu ditegaskan Andi Mudzakkar agar masyarakat Luwu dapat memanfaatkan kekayaan yang dimiliki Luwu.

    "Bekerja dan berusaha. Saya tidak mau ada warga Luwu yang ke luar daerah bekerja sebagai tenaga kerja di daerah lain, tapi bekerjanya sebagai pembantu atau pengasuh anak. Daerah kita kaya, manfaatkan sebaik mungkin," kata Andi Mudzakkar, Sabtu, 9 Mei 2015.

    Selama dirinya memimpin Kabupaten Luwu, Andi Mudzakkar menginginkan tidak ada lagi warganya yang menganggur atau tidak bekerja. Tanah di Luwu, kata dia, cukup luas untuk dijadikan tempat berusaha. Pemerintah Kabupaten Luwu juga membuka seluas-luasnya peluang bagi siapa saja untuk membuka usaha.

    "Apalagi yang kurang? Kita berikan semua. Apalagi sekarang izin usaha sudah digratiskan, maka manfaatkanlah dengan baik. Mari kita berusaha, bekerja, demi kesejahteraan kita bersama," ujar Mudzakkar.

    Jika tidak berminat untuk membuka usaha, kata Mudzakkar, masyarakat masih bisa berkebun atau menanam palawija yang bernilai rupiah selama tidak merusak hutan lindung. Selain itu, Mudzakkar juga meminta agar pegawai negeri sipil mau berwiraswasta, tidak hanya berharap pada gaji.

    "PNS silakan berbisnis selama bisnis atau usaha yang dijalankan halal. Kita harus kaya karena agama kita juga menganjurkan kita untuk hidup berkecukupan," ujarnya.

    Berdasarkan data yang dihimpun pada Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Luwu, jumlah pengangguran atau warga yang belum bekerja pada 2013 mencapai 2.124 orang, tahun 2014, lalu meningkat menjadi 2.592 orang.

    Kepala Bidang Ketenagakerjaan pada Dinas Sosial dan Transmigrasi Andi Rusmawati mengatakan ada beberapa penyebab masih banyaknya pengangguran, salah satunya adalah kurangnya lowongan pekerjaan dan keterampilan yang kurang.

    HASWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.