Putra Dubes Indonesia di Pakistan: Saya Telat Buka Facebook

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hery Listyawati. Dok TEMPO

    Hery Listyawati. Dok TEMPO

    TEMPO.COYogyakarta - Belasan pemuda bercengkerama santai di balai teras rumah besar bergaya etnik Jawa di Jalan Kyai Haji Agus Salim Nomor 57, Kelurahan Notoprajan, Kecamatan Ngampilan, Yogyakarta, menjelang tengah malam, Jumat, 8 Mei 2015.

    Para pemuda itu mengelilingi dan menghibur Fitra Amrullah, 19 tahun, putra sulung pasangan Duta Besar Indonesia untuk Pakistan Burhan Muhammad-Heri Listyawati.

    Burhan dan istrinya mengalami kecelakaan tatkala helikopter yang mereka tumpangi bersama diplomat negara lain jatuh dalam perjalanan menuju Pakistan utara. Burhan mengalami luka-luka sedangkan Lilis, panggilan istrinya, meninggal. 

    Meski tengah berduka karena ibunya meninggal, putra sulung Burhan tampak tabah. Mahasiswa semester II jurusan hubungan internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu dengan sabar melayani rekan dan sahabatnya yang terus berdatangan untuk mengucapkan belasungkawa. Dengan teman-teman kampusnya pun pemuda berperawakan kurus itu masih sempat membicarakan beberapa kegiatan kampus yang hendak dilakukan.

    "Terakhir komunikasi dengan ibu lewat Facebook sehari sebelum kejadian. Beliau menulis pesan, tapi saya baru baca esok paginya," ujar Fitra saat ditemui Tempo. Lilis dan anak sulungnya memang lebih sering berkomunikasi melalui dunia maya.

    Di halaman pesan Facebook milik Fitra, Lilis menanyakan aktivitas keseharian putranya itu. "Tanya kabarnya, tidur di mana, di rumah eyang atau rumah sendiri," ujar Fitra mengenang. Baik keluarga Burhan maupun Lilis tinggal tak terlalu jauh, hanya terpaut kampung kurang dari satu kilometer yang masih masuk area Jeron Beteng-Pasar Ngasem.

    Fitra mengatakan, sejak kabar kecelakaan diterima keluarganya di Yogyakarta, ia baru bisa berkomunikasi dengan adiknya, Yoga Sulistyo Burhan, 17 tahun, yang tinggal bersama dengan ayah-ibunya di Pakistan. "Bapak belum bisa berkomunikasi karena masih dirawat di rumah sakit. Baru adik yang bisa dikontak," ujar Fitra.

    Fitra menuturkan terakhir kali bertemu dengan ibunya sepekan lalu. Saat itu ibunya mengantar adiknya yang telah lulus sekolah menengah atas di Pakistan menjalani tes masuk jurusan hubungan internasional Universitas Gadjah Mada.

    "Tidak ada firasat apa-apa, semua normal, ibu tak bilang apa-apa yang aneh," ujarnya. Fitra mengaku pasrah dan ikhlas atas kejadian nahas tersebut. Ia kini hanya berharap bisa bertemu dan mengucapkan salam perpisahan terakhir untuk ibunya, yang rencananya akan dimakamkan di Yogyakarta.

    "Saya belum dapat kabar kapan ibu akan sampai Yogya. Saya doakan amal ibadah ibu diterima Allah," ujar Fitra.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.