Imigrasi Jember Jaring 14 Warga Negara Asing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua petugas Imigrasi berusaha mengamankan warga negara asing yang terjaring razia di sebuah apartemen di Jakarta Barat, Jumat malam, 14 November 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Dua petugas Imigrasi berusaha mengamankan warga negara asing yang terjaring razia di sebuah apartemen di Jakarta Barat, Jumat malam, 14 November 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jember-Kantor Imigrasi Jember, Jawa Timur menangkap 14 orang berkewarganegaraan asing dalam sebuah operasi  di Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi. "Mereka terdiri dari dua orang  dari Korea Selatan, lima orang dari India dan tujuh orang dari Cina," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II jember, Haryo Sakti, Jumat, 8 Mei 2015.

    Menurut Haryo 14 warga asing itu terjaring Operasi Bumi Pura Wirawibawa  yang digelar serentak Imigrasi se-Indonesia selama tiga hari sejak Selasa, 5 Mei hingga Kamis, 7 Mei 2015. Hari pertama operasi berhasil menjaring dua warga Korea Selatan, sedangkan  hari kedua lima orang dari India dan Cina. Di hari ketiga, petugas menjaring tujuh warga asing. Namun dari belasan warga asing yang terjaring operasi,  hanya dua orang yang  dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas II Jember.

    Adapun untuk lima orang yang terjaring pada Rabu, 6 Mei 2015 di Situbondo, Imigrasi Jember hanya memberikan Surat Tanda Pemeriksaan.  Namun paspor  warga asing tersebut disita. "Kalau mereka bisa menunjukkan surat tanda izin kerja dan tinggal, maka paspornya akan dikembalikan," ujar Haryo.

    Sedangkan terhadap tujuh warga Cina yang terjaring di Banyuwangi, awalnya mereka tidak bisa menunjukkan dokumen perjalanan. Namun belakangan mereka bisa menunjukkan dokumen tersebut sehingga kemudian dilepas.

    Namun untuk dua warga Korea Selatan, kata Haryo, Imigrasi memperlakukannya secara berbeda. Sebab keduanya menggunakan visa kunjungan untuk bekerja.  "Dua warga Korea itu masih diperiksa di Kantor Imigrasi Jember  serta masih didalami kasusnya," ujar Haryo.  Menurut Haryo, warga asing ini diduga melanggat Pasal 122 huruf a, Pasal 78 dan 71 Undang-undang Keimigrasian. "Mereka menyalahgunakan izin tinggal."

    Haryo mencontohkan warga asing yang terjaring di Situbondo ternyata bekerja di pabrik arang.  Warga asing ini menggunakan surat izin tinggal antara tiga hingga enam bulan. Sebenarnya, kata dia, lokasi pabrik itu di luar wilayah kerja Kantor Imigrasi Jember. "Namun mereka bertempat tinggal di wilayah hukum kami," katanya.

    Haryo menambahkan, berdasarkan pemeriksaan, belasan warga asing itu berada di wilayahnya untuk kunjungan. Tentang rencana  mendeportasi warga asing yang tak berdokumen lengkap, Haryo  masih  menunggu hasil pemeriksaan. "Apakah ada tindakan Keimigrasian, masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.