Kini Peserta SBMPTN Bisa Tes di Tasikmalaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan Ribu Peserta Ikuti SBMPTN

    Puluhan Ribu Peserta Ikuti SBMPTN

    TEMPO.COBandung - Peserta tes tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dari daerah Priangan Timur, Jawa Barat, kini bisa mendaftar untuk ikut ujian di Tasikmalaya. Sebelumnya peserta yang mendaftar ke panitia lokal Bandung harus datang ke Bandung untuk tes. 

    “Nanti waktu daftar online ada pilihan, mau ikut ujian di Bandung atau Tasikmalaya,” ujar Sekretaris Panitia SBMPTN Lokal Bandung Asep Gana di kampus ITB, Jumat, 8 Mei 2015.

    Menurut Asep, panitia menetapkan kursi peserta ujian di Tasikmalaya untuk 2 ribu orang. Lokasi baru ujian tersebut terkait bergabungnya Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, yang pada 2014 berubah status menjadi kampus negeri. “Untuk jurusan Sains dan Teknologi 600 orang, jurusan Sosial dan Humaniora 800 orang, dan peserta campuran 600 orang,” kata Asep.

    Rektor Universitas Negeri Siliwangi Tasikmalaya Rudi Priyadi di ITB mengatakan panitia sublokal telah menyiapkan tempat ujian. Paling banyak berada di kampus Universitas Siliwangi, menyusul di beberapa sekolah menengah pertama negeri. “Kami ikut SBMPTN dengan daya tampung 2.304 orang, selain seleksi mandiri sebanyak 696 orang,” ujar Rudi.

    Menurut Ketua Panitia SBMPTN Lokal Bandung Bermawi Priyatna Iskandar, seluruh naskah soal ujian kini telah dicetak dan disimpan di tempat rahasia. Ia enggan membeberkan gamblang soal pengamanan soal itu agar tidak sampai bocor.

    “Salah satunya, petugas yang bekerja di percetakan dilarang meninggalkan tempat selama dua-tiga minggu,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB tersebut.

    Tes tulis SBMPTN akan berlangsung 9-11 Juni 2015. Pendaftaran secara online akan dibuka mulai 11-29 Mei 2015.

    ANWAR SISWADI




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.