Panglima TNI Sebut Ada Permintaan untuk Jadi Sekjen KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memberikan keterangan dalam Rapim TNI Tahun 2015 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 22 Desember 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memberikan keterangan dalam Rapim TNI Tahun 2015 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 22 Desember 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COKupang - Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku diminta Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengisi jabatan sekretaris jenderal di lembaga tersebut.

    "Ada permintaan untuk mengisi jabatan Sekjen KPK. Sudah disampaikan kepada saya," kata Jenderal Moeldoko saat berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 8 Mei 2015.

    Namun Moeldoko membantah belum ada permintaan penyidik dari KPK kepada TNI. “Belum ada permintaan untuk menjadi penyidik KPK," ujarnya.

    Menurut dia, anggota TNI yang masuk ke KPK harus pensiun dari TNI. Meski dia mengakui anggota TNI boleh menjadi penyidik KPK jika memenuhi persyaratan. "Jika memenuhi syarat, prajurit bisa dipertimbangkan menjadi penyidik," tuturnya.

    Moeldoko membantah anggapan bahwa prajurit TNI diminta menjadi penyidik KPK guna menyaingi anggota kepolisian di KPK. "Semua lembaga mempunyai tugas masing-masing," ucapnya. 

    Dalam kunjungan bersama Kapolri Jenderal Badrodin Haiti itu, Moeldoko sekalian berpamitan dengan prajurit di NTT untuk pensiun. 

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kajian Ibu Kota Baru, Diklaim Memperkuat Kawasan Timur Indonesia

    Pemindahan ibu kota ke luar Jawa diklaim akan memperkuat kegiatan nasional dan kawasan Indonesia timur. Begini kajian ibu kajian ibu kota baru.