Potensi Longsor Susulan Membayangi Pangalengan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi pipa gas panas bumi yang meledak setelah terkena longsor di Pangalengan, Kabupaten Bandung, 7 Mei 2015. Uap pada pipa yang terputus tersebut mengakibatkan ledakan sehingga power plant Star Energy saat ini dalam keadaan berhenti beroperasi. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Kondisi pipa gas panas bumi yang meledak setelah terkena longsor di Pangalengan, Kabupaten Bandung, 7 Mei 2015. Uap pada pipa yang terputus tersebut mengakibatkan ledakan sehingga power plant Star Energy saat ini dalam keadaan berhenti beroperasi. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBandung - Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Marlan mengatakan potensi longsor susulan masih membayangi Gunung Bedil, Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. "Berdasarkan kajian tim geologi, potensi ancaman longsor masih ada," ujar Marlan, Rabu, 6 Mei 2015.

    Marlan menjelaskan, untuk mengantisipasi agar longsor tidak berdampak besar, pihaknya sudah menurunkan tim untuk memantau pergerakan tanah di atas bukit.

    "Untuk antisipasi, kami akan menempatkan orang di atas tebing. Kalau ada yang membahayakan nanti, akan ada sirene yang berbunyi," ucapnya.

    Menurut Marlan, longsor susulan berpotensi karena di atas tebing di Gunung Bedil masih terdapat sejumlah retakan. Retakan tersebut hampir melingkar mengelilingi tebing. "Jadi retakan mengelilingi mahkota di tebing," tuturnya.

    Longsor di Kampung Cibitung terjadi pada Selasa siang, 5 Mei 2015. Longsoran tanah yang berasal dari Gunung Bedil tersebut menyebabkan pipa milik PT Dtar Trek pecah.

    Selain itu, longsor mengakibatkan sejumlah fasilitas publik seperti jalan, perkebunan, dan rumah warga tertimbun tanah. Tercatat, kurang-lebih lima rumah di RW 15, Kampung Cibitung, rusak parah.

    Hingga hari kedua proses evakuasi, tim dari Basarnas, BNPB, TNI, dan Polri sudah menemukan lima korban jiwa. 

    IQBAL T. LAZUARDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.