Tersangka Pencucian Uang SKK Migas Dicekal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyelidik Bareskrim Polri melakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen-dokumen di Kantor SKK Migas di Wisma Mulia, Jakarta, 5 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyelidik Bareskrim Polri melakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen-dokumen di Kantor SKK Migas di Wisma Mulia, Jakarta, 5 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Besar Victor Simanjuntak telah menetapkan satu tersangka dalam kasus tindak pidana pencucian uang antara PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan SKK Migas. 

    Viktor mengatakan telah mencekal tersangka. "Iya, sudah kami cekal," kata Victor di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Mei 2015.

    Sejauh ini, pemeriksaan saksi dilakukan secara maraton. Lima saksi kunci telah diperiksa. Namun Viktor menolak menyebut asal saksi tersebut. Besar kemungkinan, menurut Viktor, kasus ini akan menyeret sejumlah pihak. "Nanti dikembangkan lagi," ujarnya.

    Sebelumnya, polisi menggeledah kantor TPPI di gedung Mid Plaza, Sudirman, Jakarta Pusat, serta kantor SKK Migas di Wisma Mulia, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Selasa malam, 5 Mei 2015. Polisi mencari dokumen terkait dengan perjanjian penjualan antara TPPI dan SKK Migas.

    Menurut Viktor, SKK Migas melanggar aturan pembelian kondensat sehingga menyebabkan kerugian negara hingga Rp 2 triliun. Adapun pelanggaran tersebut antara lain SKK Migas menunjuk langsung TPPI tanpa lelang. Kontrak kerja pun baru dibuat pada Oktober 2009, padahal listing pembelian telah dilakukan April 2009. 

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.