Polisi Usut Penyebab Longsor Pangalengan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi pipa gas panas bumi yang meledak setelah terkena longsor di Pangalengan, Kabupaten Bandung, 7 Mei 2015. Uap pada pipa yang terputus tersebut mengakibatkan ledakan sehingga power plant Star Energy saat ini dalam keadaan berhenti beroperasi. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Kondisi pipa gas panas bumi yang meledak setelah terkena longsor di Pangalengan, Kabupaten Bandung, 7 Mei 2015. Uap pada pipa yang terputus tersebut mengakibatkan ledakan sehingga power plant Star Energy saat ini dalam keadaan berhenti beroperasi. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBandung - Kepolisian Daerah Jawa Barat akan melakukan penyelidikan terkait dengan penyebab longsor di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Hal tersebut dilakukan menyusul adanya kesimpangsiuran penyebab longsor yang menerjang kawasan pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT Star Energy ini.

    "Kami akan mencari tahu apakah ini memang sudah ada longsoran kemudian menghantam pipa atau ledakan dulu menyebabkan longsoran terjadi. Tapi belum bisa kita pastikan," ujar Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan di sela-sela memantau lokasi longsor, Kamis, 7 Mei 2015.

    Untuk langkah awal penyelidikan, Iriawan mengatakan, Kepolisian sudah melakukan pemanggilan saksi-saksi termasuk dari pihak PT Star Energy. Sejumlah saksi tersebut telah diinterogasi untuk keperluan pengumpulan data-data.

    "Kami sedang mendalami berbagai bahan. Kami kumpulkan dari saksi di lapangan dan saksi ahli, termasuk pihak Star Energy," kata Iriawan.

    Selain itu, di lokasi longsor, tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda Jawa Barat sudah diturunkan sejak hari Selasa setelah longsor terjadi. Pantauan Tempo, tim Inafis memeriksa potongan-potongan pipa yang terserak di timbunan tanah longsoran.

    Iriawan pun mengatakan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri akan segera diturunkan. "Sebelas orang dari Puslabfor Mabes Polri akan datang. Mereka akan mendalami berkaitan dengan maslah ini," tuturnya.

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi terkait dengan peristiwa tanah longsor ini. Aher, nama panggilan Ahmad Heryawan, mengimbau PT Star Energy untuk mengurusi masalah pipa milik perusahaan itu yang bermasalah. "Lihat nanti, ini tentunya bencana alam yang tidak diinginkan," ucap Aher.

    Korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor yang menerjang Kampung Cibitung pada Selasa kemarin kini bertambah menjadi lima orang. Bertambahnya korban menyusul ditemukannya jenazah berjenis kelamin wanita bernama Nurul, 8 tahun, tadi siang.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.