Sabda Raja Jadi Selisih, Sultan Pilih Hindari Wartawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pimpin jalannya Pisowanan Ageng untuk menyambut logo baru Daerah Istimewa Yogyakarta di Keraton Yogyakarta, 7 Maret 2015. Meski meriah, namun acara tersebut tak dapat dihadiri seluruh keluarga Sultan HB X. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pimpin jalannya Pisowanan Ageng untuk menyambut logo baru Daerah Istimewa Yogyakarta di Keraton Yogyakarta, 7 Maret 2015. Meski meriah, namun acara tersebut tak dapat dihadiri seluruh keluarga Sultan HB X. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, BANTUL -  Sultan Hamengku Bawono X enggan berkomentar mengenai perselisihan di internal keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menyusul keluarnya Sabda Raja oleh Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat beberapa hari lalu.

    Usai meninjau hutan lindung pinus di Desa Mangunan Kabupaten Bantul, Kamis, 7 Mei 2015, Sultan yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta memilih tak banyak bicara dengan wartawan.

    Sultan lebih banyak mengatakan tidak tahu dan cepat-cepat menuju ke kendaraan dinasnya yang telah menunggu. Ketika ditanya soal sikap adik-adiknya yang tidak setuju, Sultan mengatakan tidak mengetahui alasannya. Sultan pun belum menentukan sikap akan kapan memanggil adik-adiknya kembali untuk berkomunikasi dan menjelaskan keputusannya tersebut atau tidak.

    Sama seperti sebelum-sebelumnya, lagi-lagi Sultan menjawab tidak tahu. Sultan mengatakan akan melihat perkembangan ke depannya bagaimana sebelum mengambil keputusan. Terkait dengan pertemuan adik-adiknya di kediaman salah seorang adiknya dan tidak melibatkan dirinya, lagi-lagi Sultan memilih diam.

    Sultan mengaku tidak mengetahuinya dan akan menunggu hasilnya nanti seperti apa. “Kita lihat nanti,” kata Sultan, Kamis, 7 Mei 2015.

    Sebelumnya, adik Sri Sultan HB X yang juga Asisten Sekretaris Daerah 3 Sekda DIY, Gusti Bendoro Haryo Pangeran Yudhoningrat, menandaskan para pangeran yang juga adik-adik Sri Sultan tidak akan hadir dalam kegiatan apapun ketika yang memanggil atau yang mengundang masih menggunakan nama Sri Sultan Hamengku Bawono.

    “Kami tidak akan hadir, kalau gelar Hamengku Buwono belum dikembalikan,” tandas Gusti Bendoro Haryo Pangeran Yudhoningrat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.