Indonesia Seperti Supermarket Penyakit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengangkat kardus berisi ayam, maraknya kasus flu burung membuat petugas memusnahkan ayam tersebut. Tangerang, Banten, 10 Maret 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Petugas mengangkat kardus berisi ayam, maraknya kasus flu burung membuat petugas memusnahkan ayam tersebut. Tangerang, Banten, 10 Maret 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengaku kaget dengan melihat salah satu penelitian baru-baru ini. Ia mengatakan ternyata banyak sekali penyakit yang ada di Indonesia.

    "Saya terkejut melihat list penyakit di Indonesia. Indonesia seperti supermarket penyakit," katanya dalam perayaan ulang tahun Ke-21 RS Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2015.

    Menurutnya, di Indonesia ada penyakit menular dan tidak menular. Saat ini pun mulai marak penyakit yang berasal dari hewan. "Ada flu burung, ada pula penyakit dari Arab, MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Tapi sampai saat ini kita nol persen Ebola," katanya sedikit bersyukur.

    Melihat kondisi ini, Nila pun khawatir Indonesia mendapatkan angka merah dari dunia internasional. "Bisa saja mereka berpikir Indonesia akan membawa banyak penyakit ke dunia," katanya.

    Untuk mengurangi risiko itu, ia mengaku akan meningkatkan penelitian tentang penyakit dan obatnya. Ia pun akan melakukan banyak kerja sama dengan pihak swasta dan juga akademikus untuk mengurangi penyebaran penyakit itu. "Tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Harus ada kerja sama lintas sektor," katanya.

    Sebagai alumnus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Nila tahu bahwa UI sedang mengembangkan penelitian tentang penanggulangan berbagai penyakit. Ia pun berharap, rumah sakit, salah satunya Rumah Sakit Sulianti Saroso dapat bekerja sama dengan Universitas Indonesia dalam mencari solusi terhadap penyakit itu. "Kami juga akan membuat rumah sakit yang menjadi sentral penelitian virus. Jadi tidak hanya memberikan pelayanan saja," katanya.

    Menurutnya, hal ini penting karena dengan penelitian akan memberikan banyak informasi tentang kondisi terkini virus penyebar penyakit. "Kondisi virus itu berbeda dulu dengan sekarang," katanya.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.