Pengurus PAN Baru Saja Dilantik, Zulkifli Sudah Bicara Tawaran Capres 2019  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (ketiga kanan) saat mengikuti acara Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional di Jakarta, 6 Mei 2015. Jokowi menyampaikan ucapan selamat kepada kader PAN yang sukses melaksanakan Kongres PAN di Bali. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (ketiga kanan) saat mengikuti acara Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional di Jakarta, 6 Mei 2015. Jokowi menyampaikan ucapan selamat kepada kader PAN yang sukses melaksanakan Kongres PAN di Bali. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengungkapkan PAN terbuka untuk perjanjian kerja sama atau konvensi dengan siapa pun untuk maju menjadi calon presiden pada pilpres 2019. "PAN akan melangsungkan konvensi secara terbuka kompetitif untuk memilih calon presiden dan wapres dalam pilpres 2019 mendatang," kata Zulkifli Hasan di acara pelantikan dan Rakernas PAN, Rabu, 6 Mei 2015.

    Zulkifli langsung mengarahkan pernyataannya itu pada tokoh partai dan nasional yang menghadiri pembukaan acara rakernas PAN tersebut yang dilangsungkan di Balai Sudirman, Jalan Dr Supomo, Tebet, Jakarta Selatan. (Baca: Jokowi di Rakernas PAN: Yang Dibutuhkan Kebersamaan, Tarung Lagi 2019)

    Zulkifli juga memberi sinyal akan melakukan dukungan yang serius pada para tokoh itu jika mau dicalonkan sebagai presiden dan melakukan konvensi dengan partai berlambang matahari tersebut dengan menggunakan latar panggung. "Pak Presiden Jokowi, Ibu Mega, Pak Prabowo, Pak Aburizal, dan semuanya, jika kita lihat di belakang belum ada gambar, hanya logo PAN dan bendera merah putih. Mudah-mudahan tahun 2017 nanti salah seorang di ruangan ini melalui konvensi akan kami pajang gambarnya di acara-acara," ujarnya.

    Hal ini, kata Zulkifli, tidak lepas dari target partai yang berniat membangun kekuatan dalam menyambut pileg dan pilpres serentak pada tahun 2019 mendatang yang menurutnya akan menimbulkan banyak dinamika sosial dan politik. "Namun itu wajar, artinya demokrasi di Indonesia berkembang. Parpol memegang kunci untuk membawa dinamika itu dan memastikan keberhasilan pekerjaan pekerjaan itu (membangun demokrasi)," ujarnya.

    Rakernas PAN yang diagendakan melantik pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2015-2020 dan rapat kerja nasional tahun 2015 partai itu, dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan beberapa pesohor negeri lainnya. Mereka antara lain Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua Harian DPP Demokrat Syarif Hasan, dan Ketua DPP Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie.

    Selain itu Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Dewan Pertimbangan PAN Sutrisno Bachir, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua PKPI Sutiyoso, dan Ketua PPP Djan Farid. (Baca: Ketika Jokowi Menghampiri Prabowo di Rakernas PAN)

    Sementara Menteri Kabinet Kerja yang hadir antara lain Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan serta pentolan PAN Amien Rais yang datang setelah para pesohor negeri lainnya telah pulang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.