Kritik Wali Kota Tegal, Anggota DPRD Terancam Sanksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berbincang dengan Wali Kota Tegal terpilih, Siti Masitha Soeparno, di warung sate di wilayah Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal (22/3). TEMPO/Dinda Leo Listy

    Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berbincang dengan Wali Kota Tegal terpilih, Siti Masitha Soeparno, di warung sate di wilayah Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal (22/3). TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.COTegal - Risiko akibat menentang kepemimpinan Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno tak hanya dirasakan sebagian pegawai negeri di lingkungan Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tegal, Sisdiono Ahmad, yang selama ini kerap mengkritisi kebijakan Wali Kota juga terancam terkena sanksi dari partainya. 

    “Saya sudah mendapat surat peringatan dari partai sebanyak dua kali,” kata Sisdiyono, Rabu, 6 Mei 2015. 

    Sisdiono adalah anggota Komisi I DPRD Kota Tegal dari Partai Gerakan Indonesia Raya. Sisdiono dan salah satu anggota Dewan lain dari Partai Gerindra tergabung dalam Fraksi Golkar. Dia menjelaskan surat peringatan dari Partai Gerindra Tegal dia terima pada 20 April dan 28 April lalu. Isi kedua surat peringatan itu sama. 

    “Saya dikatakan membangkang terhadap kebijakan partai. Saya dilarang banyak omong, harus bersikap abstain, dan tidak boleh menjadi juru bicara Fraksi Golkar,” ujarnya.

    Selain sering terlihat dalam aksi unjuk rasa, Sisdiono sebelumnya juga aktif menggalang hak interpelasi di DPRD terhadap kepemimpinan Wali Kota Siti. “Dua surat peringatan itu ditembuskan ke DPD dan DPP Gerindra. Sekarang saya tinggal menunggu dipanggil DPP sewaktu-waktu,” tutur Sisdiono.

    Meski demikian, surat peringatan itu tak menghalanginya menghadiri aksi unjuk rasa puluhan pegawai negeri di kompleks Balai Kota Tegal kemarin. Dia beralasan kehadirannya dalam unjuk rasa itu demi menyerap aspirasi pegawai negeri. “Kalau dipanggil DPP, akan saya ungkapkan semua kejanggalan yang terjadi di Kota Tegal,” ucapnya.

    Menurut Sisdiono, upaya membungkam suaranya dengan surat peringatan itu tidak terlepas dari kedekatan Ketua Cabang Gerindra Kota Tegal Heri Anggoro dengan Wali Kota Tegal. “Jelas ada konflik kepentingan. Tapi ini memang wajar,” kata Sisdiono.

    Jika DPP Gerindra menyatakan sikapnya selama ini menyalahi kebijakan partai, “Sanksi terberat mungkin saya bisa di-PAW (pergantian antar-waktu alias dilengserkan dari DPRD),” ujar Sisdiono, yang juga bekas Ketua Dewan Pendidikan Kota Tegal.

    Ketua Cabang Gerindra Heri Anggoro belum bisa dimintai konfirmasi ihwal turunnya dua surat peringatan terhadap Sisdiono itu. “Maaf, Mas, saya masih rapat. Nanti saya telepon balik,” kata Heri saat dihubungi Tempo. Namun, hingga pukul 15.30, Heri juga belum menjawab pertanyaan Tempo via pesan pendek.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.