Kereta Cepat Bandung-Jakarta Dongkrak Ekonomi Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penumpang di Kereta Api Parahyangan jurusan Jakarta-Bandung di Stasiun Gambir, Jakarta(23/4). TEMPO/Nunu Nugraha.

    Seorang penumpang di Kereta Api Parahyangan jurusan Jakarta-Bandung di Stasiun Gambir, Jakarta(23/4). TEMPO/Nunu Nugraha.

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendapat masukan dari ahli ekonomi asal Australia dan Amerika Serikat ihwal pengadaan kereta cepat rute Bandung-Jakarta. Menurut para ahli tersebut, pengadaan kereta cepat dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung.

    "Ahli ekonomi Australia bilang kepada saya bahwa ekonomi di Bandung mentok di angka 8-9 persen," kata Emil, sapaan akrab Ridwan, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Bandung, Rabu, 6 Mei 2015.

    Menurut ahli itu, kata Emil, ekonomi di Bandung tak akan meningkat kecuali pemerintah setempat memperbaiki transportasi publik.

    Sedangkan ahli ekonomi asal Amerika Serikat, menurut Emil, mengatakan pertumbuhan ekonomi di Bandung dapat meningkat pesat jika ekonomi di dalam dan luar negeri bergerak cepat. “Jadi kereta ini jawaban agar ekonomi kita lebih baik lagi,” ujarnya.

    Dengan kereta cepat, jarak antara Bandung dan Jakarta dapat ditempuh dengan waktu 30 menit saja. Artinya, kata Emil, laju pengiriman barang dapat meningkat lima kali lebih cepat.

    Sebelumnya, Emil mengatakan sejauh ini baru investor asal Cina yang responsif menanggapi rencana pengadaan kereta cepat di Bandung oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

    "Pak Presiden sedang mengkaji teknologi dari Cina. Ya, Kota Bandung tinggal terima manfaatnya saja," ujarnya, Selasa, 24 Maret 2015.

    Emil mengatakan rencana itu paling cepat bisa direalisasikan tahun depan. Sepekan sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengundang Emil untuk membicarakan hal tersebut di ruangannya. Proyek ini rencananya melibatkan perusahaan BUMN. Emil menyatakan menanggapi rencana itu dengan positif.

    Di Jakarta, kata Emil, stasiun kereta cepat akan dibangun di daerah Cawang. Sedangkan di Bandung, stasiun kereta cepat akan dibangun di kawasan Gedebage.

    Kereta itu dapat melaju dengan kecepatan 300 kilometer per jam, sehingga mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung. "Jadi kalau ada pasangan LDR (long-distance relationship/hubungan jarak jauh) bisa terbantu dengan adanya kereta ini," kata Emil bercanda.


    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.