Berkas Abraham Samad Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abraham Samad mengangkat tangannya dari dalam mobil, seusai pemeriksaan di Polda Sulselbar, Makassar, 29 April 2015. Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat, akhirnya menangguhkan penahanan Abraham Samad.TEMPO/Iqbal Lubis

    Abraham Samad mengangkat tangannya dari dalam mobil, seusai pemeriksaan di Polda Sulselbar, Makassar, 29 April 2015. Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat, akhirnya menangguhkan penahanan Abraham Samad.TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Ketua KPK nonaktif Abraham Samad, Abdul Kadir, menyatakan berkas perkara kliennya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. "Sudah dilimpahkan, Senin, 4 Mei 2015," kata Abdul melalui pesan pendek, Rabu, 6 Mei 2015.

    Walau begitu, menurut Kadir, pelimpahan berkas ini bukan berarti tahap penyidikan sudah final karena ada kemungkinan Kejaksaan mengembalikan berkas itu ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat bila berkas tak lengkap. "Ini masih tahap pertama."

    Kadir meyakini berkas yang diserahkan Polda tidak lengkap karena tidak memiliki dokumen kartu keluarga (KK) yang asli. Tim kuasa hukum mendesak Kejaksaan tidak memproses berkas yang dikirim Polda karena tak lengkap. 

    Samad dijerat kasus pemalsuan dokumen. Kasus ini berawal dari laporan Chairil Chaidar Said, Ketua Lembaga Peduli KPK-Polri, ke Mabes Polri. Kasus tersebut dilimpahkan ke Polda, yang kemudian menetapkan Feriyani dan Abraham Samad sebagai tersangka. 

    Feriyani juga diketahui melaporkan kasus serupa ke Mabes Polri. Abraham dituduh membantu Feriyani mengurus perpanjangan paspor di Makassar pada 2007. 

    Kalangan aktivis antikorupsi menuding polisi telah melakukan kriminalisasi terhadap Abraham Samad karena penetapannya sebagai tersangka hanya selang beberapa hari setelah dia mengumumkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan adalah tersangka korupsi. Samad sempat hendak ditahan oleh polisi setempat tapi dapat bebas berkat permintaan pelaksana tugas Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki.

    MOYANG KASIH DEWIEMRDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.