Perombakan Kabinet, Menteri Bidang Ekonomi Dinilai Lemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi, di dampingi (Ki-Ka) Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, mengumumkan turunnya harga BBM di halaman Istana, Jakarta, 16 Januari 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Jokowi, di dampingi (Ki-Ka) Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, mengumumkan turunnya harga BBM di halaman Istana, Jakarta, 16 Januari 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat komunikasi politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto, mengatakan beberapa kementerian belum menunjukkan prestasi berarti walau pemerintahan sudah berjalan enam bulan. Gun Gun mengatakan sebagian besar menteri Kabinet Kerja yang berkinerja lemah menangani bidang ekonomi.

    "Kinerja mereka belum optimal, terlihat dari fluktuasi rupiah dan kenaikan harga barang-barang," kata Gun Gun saat dihubungi pada Rabu, 6 Mei 2015.

    Menteri tersebut antara lain Menteri Perdagangan, Menteri Badan Usaha Milik Negara, dan Menteri Keuangan. "Menkeu berpolemik dengan IMF baru-baru ini," ujar Gun Gun.

    Walau begitu, Gun Gun mengatakan perbaikan kinerja kementerian bidang ekonomi tak hanya bisa dilakukan dengan mencopot menteri. Komunikasi internal di tubuh kabinet, ujar dia, harus dikuatkan demi perbaikan kinerja.

    Selain kementerian bidang ekonomi, Gun Gun berpendapat, Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan yang dipimpin Tedjo Edhi Purdijatno juga memiliki problem yang harus diatasi. "Tedjo harus bisa memposisikan diri sebagai menteri koordinator dan memperkuat koordinasi dengan menteri di bawahnya."

    Secara umum, Gun Gun menilai prestasi menteri di Kabinet Kerja masih biasa-biasa saja. "Kabinet ini dilabeli Kabinet Kerja, tapi kebanyakan wacana," ucapnya.

    Wacana perombakan kabinet mengemuka setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla membenarkan kabar bahwa akan ada penggantian menteri dalam beberapa waktu ke depan. Namun Istana membantah kabar itu.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.