Heboh Mi Ayam Buntut Tikus di Bandung, Omzet Pedagang Anjlok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah buntut tikus ditemukan di dalam semangkuk bakso. Facebook/Imas Dyanti

    Sebuah buntut tikus ditemukan di dalam semangkuk bakso. Facebook/Imas Dyanti

    TEMPO.CO, Bandung - Omzet penjual bakso dan mi ayam merosot akibat merebaknya isu penggunaan daging tikus sebagai bahan pengganti daging ayam dan sapi setelah beredar kabar soal mi ayam berisi buntut tikus. Para penikmat makanan lebih berhati-hati untuk memilih pedagang dan makanannya karena takut.

    "Lumayan turun penghasilan dari minggu kemarin. Banyak yang bilang bakso sekarang pakai daging tikus. Makanya pelanggan yang biasanya bisa setiap hari makan mie ayam bakso saya sekarang lebih milih makanan lain untuk makan siang," ujar Sukiman, 44 tahun, pedagang bakso dan mie ayam keliling di kompleks Gempol Elok, Cigondewah, Selasa, 5 Mei 2015.

    Hal serupa dialami pedagang bakso lainnya. Omzet menurun akibat isu mi dengan kandungan daging tikus. Pedagang mi ayam, Kardi, 30 tahun, yang biasa menjual lebih dari 30 mangkuk, kini hanya mampu menjual 15 sampai 20 mangkuk saja. Hal tersebut membuat Kardi harus mengutang bahan baku karena bakso yang tidak laku harus ia buang. (Baca: Isu Mi Ayam Campur Daging Tikus, Ridwan Kamil Sibuk)

    "Wah susah, sudah hampir dua minggu sepi pelanggan. Ada yang beli tapi nanya dulu seperti. Mang, baksonya bukan daging tikuskan? Walau bercanda tapi bikin enggak enak hati juga. Bakso saya buatan sendiri. Hari ini saja baru terjual 8 mangkuk. Biasanya 30 mangkuk bisa habis," ujar Kardi.

    Para pelanggan yang bingung akhirnya lebih memilih untuk membeli makanan lain yang tidak berbahan dasar daging. "Takut mbak, makan bakso sekarang. Daging celeng lah daging tikus lah. Bikin bingung sendiri. Padahal saya suka sekali dengan bakso. Tapi dari pada badan saya kenapa-kenapa saya pilih makan nasi saja," ujar M. Farid, pegawai swasta penikmat bakso.

    Sukiman berharap oknum penyebar daging tikus segera ditemukan dan pelanggan bisa kembali menikmati baksonya tanpa ragu karena daging tikus. "Mudah-mudahan gosip bakso tikus itu hilang. Biar omzet saya bisa normal lagi, kasian keluarga butuh makan anak butuh sekolah. Kalo omzet turun terus saya bisa bangkrut, utang sana-sini," ujar Sukiman

    Pada akhir April lalu, beredar kabar di media sosial soal mi ayam yang berisi buntut tikus. Masalah tersebut menjadi pergunjingan para netizen.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.